Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa menegaskan bahwa pembahasan anggaran pendidikan tidak bisa hanya sebatas pada penyelenggaraan sekolah semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru serta dosen.
"Kalau kita bicara tentang 20% dari APBN dan APBD sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar, maka tidak bisa hanya sekadar soal sekolahnya atau penyelenggaraannya. Harus tetap memikirkan guru. Tidak mungkin anak-anak belajar sendiri tanpa guru," kata Ledia saat dihubungi, Kamis (14/8).
Menurutnya, amanat Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menetapkan wajib belajar 9 tahun, kini telah diperluas oleh Presiden Prabowo menjadi 13 tahun. Tentu hal itu membuat pendidikan dasar dan menengah harus menjadi prioritas, termasuk penyediaan guru yang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitas.
"Bukan cuma pendidikannya, tapi guru-gurunya. Bagaimana antisipasinya, upgrading-nya, apalagi dengan adanya penambahan wajib belajar. Itu tidak sederhana, harus disiapkan lebih ekstra lagi," ujarnya.
Ledia juga menyoroti persoalan pemerataan guru di seluruh Indonesia. Ia mendorong adanya insentif khusus bagi guru yang bersedia mengajar di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). "Nah itu akan jadi lebih bagus gitu ya sebenarnya. Dan itu tantangan besar memang buat penyelenggaran pendidikan," ucapnya.
Lebih lanjut, terkait tunjangan kinerja dan sertifikasi guru maupun dosen, Ledia menegaskan bahwa basis pemberian tunjangan memang harus tetap pada kinerja, bukan sekadar hadir mengajar. "Kinerjanya memang harus diukur secara maksimal. Standar kinerjanya harus jelas dan dipastikan berjalan," tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemerataan sertifikasi antara guru dan dosen di sekolah negeri maupun swasta. Ledia juga meminta pemerintah jangan abai terhadap peran tenaga kependidikan.
"Kita punya tenaga kependidikan yang kompetensinya juga berpengaruh pada kualitas pendidikan. Semua ini harus dilihat sebagai satu paket, tidak bisa dipisah-pisahkan," ujarnya. (M-1)
Presiden menjelaskan kebutuhan untuk efisiensi itu melihat skor ICOR Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
PARTAI amanat Nasional atau PAN dan Golar merespons wacana pemotongan gaji menteri dan anggota DPR serta menekankan evaluasi APBN
Berdasarkan perhitungan, dampak penghematan dari kebijakan tersebut sangat kecil dibandingkan total anggaran negara.
Purbaya juga melihat saat ini belum ada urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melebarkan defisit APBN.
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
Untuk pemerintah daerah, tunjangan guru ASN 2026 dialokasikan Rp74,76 triliun rupiah, meningkat dari 2025 sebesar Rp70,06 triliun.
Pemkab Bandung mengajukan permohonan kepada Kemendikdasmen agar dana BOSP dapat dipakai untuk membayar gaji 4.360 guru dan tenaga kependidikan paruh waktu.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
Pimpinan Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, kembali mengangkat isu rendahnya tingkat kesejahteraan guru, terutama guru honorer.
GURU sebagai aktor penting dalam strategi peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak bisa dilepaskan dari instrumen kesejahteraan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved