Kamis 28 Juli 2022, 16:09 WIB

Ekspor Perikanan RI Capai Rp45 Triliun, Udang Jadi Primadona

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ekspor Perikanan RI Capai Rp45 Triliun, Udang Jadi Primadona

Antara
Petambak memanen udang vename di wilayah Pamekasan, Jawa Timur.

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan total nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada semester I 2022 mencapai US$3,06 miliar atau sekitar Rp45,36 triliun. 

Angka tersebut naik 18,18% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Diketahui, permintaan global terhadap produk perikanan tergolong tinggi.

"Komoditas utama penyumbang itu udang dengan US$1,15 miliar atau 37,6% terhadap nilai ekspor total," jelas Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti dalam konferensi pers, Kamis (28/7).

Baca juga: Neraca Dagang RI pada Juni 2022 Surplus, BPS: Ditopang Minyak Kelapa Sawit

Produk ekspor lainnya, yakni tuna, cakalang dan tongkol dengan nilai US$417 juta atau 13,64% dari total nilai ekspor perikanan per semester I 2022. Cumi, sotong dan gurita juga masuk dalam produk yang laris diekspor dengan nilai US$335 juta.

Sementara, untuk nilai impor produk perikanan hingga semester I 2022 mencapai US$321,82 juta, atau naik 10,52% dari nilai ekspor. "Impor juga naik, tapi tidak signifikan," papar Artati.

"Impor ini untuk sebagian diproses dan diekspor kembali. Sebagian lagi untuk pengolahan tradisional, seperti pindang, ada juga impor pakan," imbuhnya.

Baca juga: Harga BBM Naik, KKP Ungkap 2,2 Juta Nelayan Merugi

Secara umum, realisasi investasi produk perikanan mencapai Rp2,34 triliun hingga triwulan I 2022, atau naik 59,28% dibanding periode serupa tahun lalu. "Kalau semester I 2022, diperkirakan mencapai Rp4,04 triliun," pungkas Artati.

Adapun sumber investasi terbesar adalah kredit investasi Rp1,3 triliun, penanaman modal asing (PMA) Rp520 miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp490 miliar. Terdapat 5 daerah di Indonesia dengan geliat investasi kelautan dan perikanan cukup tinggi.

Rinciannya, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta dan Sumatera Utara. "Untuk PMA, investasi terbesar datang dari Singapura, Belanda, Tiongkok, India dan Jepang. Belanda dan Singapura itu nilainya Rp160 miliar," katanya.(OL-11)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Puan Sebut DPR Tunggu Usulan Penaikan Harga BBM dari Pemerintah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:59 WIB
DPR akan menunggu usulan pemerintah mengenai kebijakan subsidi, baik di tahun ini maupun di tahun...
Ist

Laba Bersih Habco Trans Maritima Meroket pada Tahun Berjalan 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:47 WIB
Indonesia sebagai pemasok energi terbesar batu bara dunia saat ini pun juga kebanjiran pesanan dari kebutuhan domestik maupun juga...
DOK Pribadi.

Ramaikan Ipex 2022, Green Pramuka City Tawarkan Program Menarik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:30 WIB
Apartemen Green Pramuka City hadir di arena Indonesia Property Expo (IPEX) 2022 di Hall A Nomor 35, Jakarta Convention Center atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya