Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang melanda dunia ditambah konflik antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan dampak yang luar biasa, khususnya di sektor pangan. Saat ini kenaikan harga komoditas dunia telah menyebabkan lonjakan harga pangan sehingga membutuhkan kolaborasi bersama untuk menanganinya.
Untuk mengantisipasi masalah ketahanan pangan, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan diperlukan gerak bersama yang tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pasalnya masalah ketahanan pangan meski terjadi di tingkat global, tetapi dampaknya juga dapat menyasar kondisi ketahanan pangan dalam negeri.
Ia menceritakan saat peletakan batu pertama pendirian fakultas pertanian yang kini dikenal dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 70 tahun lalu, Bung Karno pernah menyebut persoalan pangan adalah persoalan hidup dan matinya satu bangsa.
"Kondisi menuntut kita tidak sekadar bicara dan berjuang mewujudkan ketahanan pangan, tapi juga yang paling penting mewujudkan kedaulatan pangan," kata dia dalam FGD 'Perkembangan Ekonomi, Pangan, dan Geopolitik Dunia' di NasDem Tower, Jakarta, Rabu (8/6).
Baca juga: UI: Indonesia Sukses Tingkatkan Produksi Pangan Nasional
Menurutnya, ketahanan pangan dapat diartikan sebagai tersedianya bahan pangan yang cukup bagi penduduk. Namun lebih dari itu, yang jelas jika dalam ketahanan pangan saja masih menghadapi masalah maka tidak mungkin untuk membicarakan mengenai kedaulatan pangan.
"Kalau kita bicara masalah ketahanan pangan atau ketersediaan pangan banyak sekali masalah yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu sama lain. Kita juga bicara mengenai lahan pertanian produktif yang terus menyusut, kemudian bagaimana berkurangnya jumlah tanah persawahan, beralihnya tanah persawahan dan masih banyak lagi hak-hak yang perlu menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.
Sementara terkait geopolitik dunia, ia menyebut, Indonesia bisa mengambil peran untuk mendukung ketahanan pangan. Dalam hal ini Indonesia menganut prinsip nonblok sehingga mendorong berakhirnya perang demi kemanusiaan, sehingga masalah pangan global juga turut bisa diatasi bersama.
Ia juga berharap FGD yang digelar dalam rangka pra Rakernas NasDem bisa memberikan masukan untuk penanganan masalah ketahanan pangan. Terlebih lagi para pembicara dalam kesempatan ini terdiri dari pemerintah, Kadin, pelaku usaha, hingga pengamat.
"Dari sinilah nanti kita harapkan kita dapat memetik setiap pemikiran untuk merangkul sebuah langkah strategis dan dapat menyampaikannya kepada para pengampu kebijakan untuk mengambil keputusan dan memperkaya politik gagasan yang menjadi nadi perjuangan untuk kemajuan bangsa," pungkas dia. (A-2)
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
Tragedi longsor Bantargebang yang menewaskan 4 pekerja menjadi alarm krisis sampah. Simak analisis Eddy Soeparno soal implementasi Perpres PSEL 2025.
Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam ekosistem Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan desa.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved