Minggu 29 Mei 2022, 13:00 WIB

Ukraina Ingatkan Krisis Pangan makin Nyata akibat Agresi Rusia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Ukraina Ingatkan Krisis Pangan makin Nyata akibat Agresi Rusia

AFP/Fabrice Coffrini.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky muncul di layar raksasa selama pidatonya melalui konferensi video dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia.

 

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy mengingatkan dunia bahwa krisis pangan di sejumlah wilayah akan semakin nyata. Ini karena pasokan gandum Ukraina tertahan blokade yang dilancarkan Rusia.

"Pertempuran ini membawa krisis negara saya Ukraina. Negara saya mengekspor puluhan ton gandum setiap tahun. Karena ada peperangan ini dan Rusia telah memotong akses di Laut Hitam dan menduduki bagian dari wilayah kami, rute perdagangan tradisional diblokade," tuturnya dalam kegiatan diskusi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang dihelat Jumat (27/5). 

Hingga Maret 2022, lebih 300 kapal dilarang meninggalkan Laut Hitam oleh pasukan Rusia. Kapal-kapal berbendera asing tersebut mengangkut panen gandum Ukraina yang dalam setahun mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 25 juta ton gandum per tahun. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bertindak selaku tuan rumah (host) kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Dyah Roro Esti Widya Putri sebagai anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar.  

Dia mengingatkan Ukraina merupakan salah satu menjadi pemasok gandum dan jagung bagi dunia. Sedikitnya Ukraina menyumbang 12% dari total ekspor gandum dunia. Dalam hal pasokan jagung, Ukraina menyumbangkan 16% ekspor jagung dunia.

Sebelumnya negara-negara anggota G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat memperingatkan perang di Ukraina memicu krisis pangan dan energi global yang mengancam negara-negara miskin. Pertemuan para diplomat top G7 di Jerman pada Sabtu (14/5) menyatakan bahwa agresi sepihak Rusia terhadap Ukraina menjadi krisis global. Sedikitnya 50 juta orang, khususnya di Afrika dan Timur Tengah, akan menghadapi kelaparan dalam beberapa bulan mendatang.

Hal itu dapat dihindari jika ditemukan cara untuk melepaskan gandum Ukraina yang menyumbang bagian yang cukup besar dari pasokan dunia. Kondisi ini diperberat dengan keputusan India untuk menahan ekspor gandum mereka.

Dampak krisis gandum tidak saja menimpa negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun lalu Indonesia mengimpor sedikitnya 2,8 juta ton gandum senilai US$843,6 juta. Perang berkepanjangan di Ukraina akan memberikan dampak langsung bagi harga komoditas tersebut.

Baca juga: Saudi Pengekspor Kurma Terbesar Sedunia pada 2021

"Kita tidak dapat mengirimkan produk tersebut ke pasar internasional yang sangat dibutuhkan dunia. Krisis ini telah terjadi untuk gandum dan pangan dan ini merupakan suatu bencana. Beberapa negara importir sudah harus membuat keputusan untuk memotong ekspor produk pertanian untuk melindungi konsumsi dalam negeri dari krisis," tutur Zelenskyy. 

Dalam perhitungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lanjutnya, krisis di Ukraina yang berkepanjangan akan membuat lebih banyak lagi orang menderita karena kelaparan dan ini merupakan keprihatinan bagi kita. Ini juga akan menimbulkan kekacauan politik dan kehancuran kehidupan sosial. (RO/OL-14)

Baca Juga

Ist

Tabungan Simpedes Ajak UMKM PeDe Memimpin Perubahan

👤Akmal Fauzi 🕔Senin 27 Juni 2022, 09:30 WIB
AKTIVITAS masyarakat dan perputaran ekonomi Indonesia yang mulai kembali normal harus dimanfaatkan pelaku UMKM yang sempat terpuruk selama...
Ist

Dalam Dua Hari, Vaksinasi PMK Tembus 58 ribu dosis

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 08:12 WIB
Direktur Jenderal Peternakan Nasrullah mengatakan pemerintah pusat terus melakukan koordinasi dengan daerah propinsi maupun kabupaten/kota...
Ist/Kementan

Mentan Tinjau Perkembangan Jagung Dua Tongkol di Kabupaten Gowa

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 08:03 WIB
Mentan SYL melihat langsung varietas jagung yang tadinya tumbuh satu tongkol kini menjadi dua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya