Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakanekonomi domestik akan tumbuh dalam rentang 5,1 % sampai 5,3 % pada triwulan II-2022.
"Titik tengah perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua kemungkinan ada di 5,2 %," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers tingkat bunga penjaminan LPS di Jakarta, Rabu.
Secara keseluruhan tahun 2022, ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,2 %. Di tengah ekonomi global yang cukup tertekan,
Indonesia masih mampu tumbuh dengan cukup baik pada tahun ini.
Menurut Purbaya, hal tersebut lantaran porsi domestik dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup besar atau sekitar 80 %.
"Jadi kalau kita jaga konsumsi di domestik saja, walau global sedang kacau kita masih bisa tumbuh dengan baik," tuturnya.
Selain itu, ia menyebutkan kebijakan di Indonesia saat ini sudah lebih baik dan lebih sinkron antara fiskal, moneter, LPS, dan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
Di sisi lain, terdapat siklus ekspansi tujuh tahun yang akan terjadi dalam perekonomian Tanah Air pasca krisis, di mana Indonesia sudah mulai
ekspansi pada tahun 2021.
Dengan demikian, Purbaya mengungkapkan ekspansi ekonomi Indonesia saat ini akan bertahan hingga tujuh tahun dari tahun lalu, yakni tepatnya hingga 2028.
Bahkan ekspansi ekonomi bisa bertahan hingga 10 tahun jika terdapat stimulus yang lebih gencar lagi dari berbagai pemangku kebijakan. "Jadi prospek kita benar-benar baik dan fondasinya kuat," jelas Purbaya. (Ant/E-1)
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara."
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved