Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) terus memantau ketersediaan bahan pangan pokok di pasaran.
Salah satunya dilakukan di Kota Medan, Sumatera Utara, untuk memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat dalam kondisi yang aman.
Di Medan, salah satunya selain mengunjungi sejumlah pasar tradisional, jajaran Ditjen PSP Kementan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dengan mengadakan Pasar Mitra Tani yang digelar di Lapangan Pertiwi Kelurahan Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, menyediakan pangan bagi seluruh rakyat merupakan salah satu tujuan pembangunan pertanian yang dipikul oleh Kementerian Pertanian. Oleh karenanya, ketersediaan pasokan pangan tak boleh terganggu sama sekali, terlebih pada masa Ramadan dan jelang Idul Fitri seperti saat ini.

"Pangan rakyat tak boleh terganggu. Kami menjamin tak boleh ada satu orang pun rakyat yang pangannya tak tersedia. Oleh karenanya, saya meminta seluruh jajaran saya untuk memastikan hal tersebut dan melihat lebih dekat dengan turun ke lapangan," kata Mentan SYL.
Baca juga: Gelar Pasar Tani, Kementan Pastikan Ketersediaan Telur Ayam Ras di Jambi Aman
Direktur Jenderal PSP Kementan, Ali Jamil mengucapkan Terima kasih banyak kepada pihak terkait terutama Gubernur Sumut dan jajarannya, Wali Kota Medan beserta jajarannya yang telah ikut andil menyukseskan perhelatan persembahan untuk rakyat tersebut.

Kementerian Pertanian, kata Ali, memiliki komitmen tinggi dalam menjaga ketersediaan 12 bahan pangan pokok, khususnya menjelang Lebaran.
Salah satu langkah yang diambil adalah telah dilakukan peninjauan sejumlah pasar di Kota Medan dan memastikan ketersediaan kebutuhan mendasar masyarakat tersedia dengan harga terjangkau.
"Ini adalah arahan bapak Menteri Pertanian bapak Prof. Syahrul Yasin Limpo. Memantau kebutuhan masyarakat bukan hanya tugas pusat saja. Ini harus dilakukan oleh semua elemen," jelasnya.
"Nah hasilnya, dari hasil pantauan kami, secara umum stok atau ketersediaan 12 bahan pangan pokok secara umum dalam kondisi aman, meskipun didapati harga minyak goreng yang masih fluktuatif," papar Ali.
Selanjutnya, Ali menegaskan, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan lintas sektor lingkup Pemprov Sumatera Utara serta distributor-distributor 12 bahan pangan pokok di Medan dalam memperlancar suplai barang di pasar hingga ke masyarakat, sehingga kebutuhan bahan pokok tidak terkendala sampai Idul Fitri 1443 H.
"Nah, Pasar Mitra Tani adalah bentuk eksekusi di lapangan yang langsung menyentuh masyarakat tercinta. Kita bisa lihat sendiri antusias masyarakat dengan Pasar yang memang harganya langsung harga distributor," katanya.
"Semoga saja dengan event yang konsisten seperti ini bisa menjaga ketersediaan bahan pokok tersebut juga sekaligus diharapkan fluktuasi harga dapat dikendalikan," harap Ali.
Lebih lanjut Ali menjabarkan, Pasar Mitra tani yang diadakan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk perhatian dari pemerintah/negara untuk mendekatkan lagi bahan pangan pokok ini kepada
masyarakat, sehingga masyarakat mudah untuk menjangkaunya.
"Ini adalah sebuah gerakan yang bermanfaat dan sekaligus diharapkan dapat diduplikasi oleh pemerintah daerah ke berbagai lokasi penting bersama seluruh stakeholders lain dalam membantu
ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat terdekat dengan lingkungan kita, " ujarnya.
Ia berharap sinergi luar biasa antara seluruh stakeholder dan para distributor pangan di Medan ini semoga terjalin dengan baik dan bisa menjadi contoh baik bagi daerah lain sehingga dapat mengamankan ketersediaan bahan pangan pokok di Kota Medan dan lainnya.
"Mari kita wujudkan bersama dengan bekerja keras, bekerja tulus untuk kesejahteraan semua masyarakat," katanya.
Sebelum mengunjungi Pasar Mitra Tani, Ali dan rombongan terlebih dahulu mengunjungi Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Arif Mandu menjelaskan, dalam menghadapi Ramadan dan jelang Idul Fitri 1443 H ini, stok beras dalam kondisi aman berada di kisaran 9 ribu ton yang tersebar di seluruh cabang dan cabang pembantu.
"Khusus Cabang Medan sendiri ada 60 ribu ton dan stoknya sekarang ada 3.000 ton dan sisanya tersebar di seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang lain," kata Arif.
Bulog, Arif mengatakan, bersinergi dengan semua stakeholder yang ada, terutama Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan stok dan menjaga stabilitas harga di masyarakat.
"Jadi saya pastikan Idul Fitri ini aman dan masyarakat tidak perlu panik," kata Arif.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis menjelaskan, Kota Medan merupakan barometer Sumatera Utara. Artinya, kata dia, tingkat pengaruh inflasi dari Provinsi Sumatera Utara ini 84 persen adalah berasal dari Kota Medan.
Dikatakannya, Pemprov Sumut, Pemkot Medan berkolaborasi pada hari ini untuk mendekatkan 12 bahan pangan pokok ini dengan harganya jauh di bawah harga normal.
"Di sini kita lihat ada beras, gula, minyak goreng kemasan, kemudian minyak goreng curah, cabai merah, telur ayam, daging ayam, daging sapi beku, sayur sayuran. Ada juga bawang putih yang harganya juga jauh di bawah harga pasaran. Kemudian ada pula produk UKM Medan Barat," papar dia.
Dikatakannya, saat Ramadan ini sudah pasti kebutuhan akan ketersediaan bahan pangan pokok pasti sangat tinggi. Apalagi saat ini sudah mendekati Lebaran.
"Jadi pemerintah, dalam hal ini pusat, provinsi dan pemerintah kota, berkolaborasi untuk mendekatkan ketersediaan bahan pangan ke masyarakat. Kita ingin pastikan ketersediaan bahan pangan pokok 12 macam cukup aman," tegas Emi. (RO/OL-09)
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan harapan membuncah bagi masyarakat terkait stok bahan pangan melimpah sampai Lebaran 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebanyak 22 ton beras Bulog yang tersimpan di shelter Posko Bencana Lanud Iskandar Muda. Beras itu disiapkan untuk dibawa ke Takengon, Aceh Tengah.
Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Dodi Syarial di Bengkulu, mengatakan, pasokan pangan menjelang Nataru di Provinsi Bengkulu, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved