Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan ke depan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kabar yang menenangkan.
Dalam sebuah pernyataan usai membuka kegiatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, ia memastikan bahwa stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi paling aman sepanjang sejarah Republik Indonesia, dengan cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
Menteri Pertanian mengungkapkan keyakinannya bahwa ketahanan pangan nasional tidak akan terganggu oleh musim kemarau panjang yang dipicu El Nino.
“Stok kita, cadangan di gudang Bulog, di lapangan, itu cukup untuk 10 bulan ke depan. Saya ulangi, stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan,” tegas Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Kamis (26/3).
Menurut perhitungannya, dengan stok yang mencapai angka rekor, pemerintah mampu melewati masa darurat kekeringan yang diperkirakan hanya berlangsung selama 6 bulan.
Yang membuat pernyataan ini begitu signifikan adalah besaran angka yang disampaikan. Mentan menyebutkan bahwa cadangan beras saat ini merupakan yang tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia sejak era kemerdekaan.
“Stok kita tertinggi hari ini, itu 4,2 juta ton. Bulan depan itu akan menjadi 5 juta ton. Tidak pernah terjadi stok seperti itu selama Republik Merdeka,” ungkapnya.
Selain cadangan yang sudah tersimpan, pemerintah juga menghitung potensi panen yang akan terus berlangsung.
Ia memproyeksikan minimal terdapat produksi 2 juta ton per bulan selama 7 bulan ke depan, menambah total cadangan hingga 14 juta ton yang diprediksi mampu menutupi kebutuhan hingga Mei tahun depan.
Pernyataan itu lahir setelah Mentan mendapatkan panggilan langsung dari Presiden Prabowo pada malam sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, ia membeberkan bahwa perhitungan stok sudah dilakukan secara matang, termasuk memperhitungkan masa tanam pada bulan April, Mei, hingga Desember mendatang.
“Tadi malam dipanggil Bapak Presiden menghadap. Kami sudah hitung baik. Ini belum dihitung yang ditanam pada bulan April, Mei, Juli sampai dengan Desember. Jadi aman,” jelasnya.
Di sela-sela pemaparannya, Mentan juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) serta para pemangku kepentingan yang hadir.
Ia mencatat kehadiran tujuh gubernur, Wakil Menteri, serta anggota DPR RI sebagai bukti soliditas kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi potensi krisis pangan.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasinya. Ini luar biasa,” pungkasnya. (H-2)
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved