Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi laporan Bank Dunia yang mengakui peran penting Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam perekonomian negara berkembang.
Menurut Bank Dunia, ucap Erick, BUMN tampil di garda terdepan selama pandemi sebagai akselerator dalam membantu perekonomian masyarakat dan negara.
"Dalam laporan Bank Dunia disebutkan pandemi covid-19 mendorong urgensi reformasi BUMN. Selama dua dekade terakhir, BUMN telah menjadi salah satu perusahaan multinasional terbesar dan paling cepat berkembang," ujar Erick di Jakarta, yang dikutip Sabtu (9/4).
Erick menilai catatan tersebut selaras dengan agenda transformasi BUMN. Erick mengatakan pandemi menjadi momentum bagi BUMN untuk melakukan akselerasi transformasi. Bagi Erick, pandemi mendorong perubahan model bisnis dan digitalisasi menjadi lebih cepat.
"BUMN pun harus adaptif dan berubah, baik dari transformasi bisnis hingga human capital. Kalau tidak berubah, pasti akan tertinggal," ucap Erick.
Erick menyampaikan, berdasarkan data dari IMF, posisi BUMN kian penting dalam peta perusahaan-perusahaan di dunia dalam 10 tahun terakhir. Pun dengan Indonesia, Erick katakan, BUMN merupakan sepertiga kekuatan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, Erick terus mendorong BUMN dapat terus meningkatkan kinerja agar memiliki kontribusi besar dalam pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Erick mengatakan upaya perubahan BUMN telah terwujud dalam sejumlah program transformasi bisnis hingga human capital. Erick menyebut transformasi yang dijalankan mulai membuahkan hasil positif dengan kenaikan laba bersih BUMN secara konsolidasi. Tak hanya itu, BUMN juga berkontribusi terhadap pasar bursa Indonesia yang mana 10 BUMN memiliki total valuasi hingga Rp 1.907 triliun.
"Alhamdulillah laba bersih BUMN itu hanya Rp 13 triliun pada 2020 dan melalui transformasi yang profesional dan transparan, sekarang laba bersih BUMN sudah mencapai Rp 90 triliun di 2021 Ini tentu pencapaian yang luar biasa dan harus terus ditingkatkan," lanjut Erick.
Erick mengatakan kinerja positif BUMN akan berdampak baik bagi negara yang tengah memerlukan tambahan dana di luar pajak. Erick menyampaikan BUMN secara konsolidasi telah memberikan kontribusi sebesar Rp 377 triliun pada 2020 kepada negara dalam bentuk pajak, dividen, dan PNBP. Erick mengatakan kontribusi BUMN kepada negara akan digunakan pemerintah dalam melakukan percepatan pengentasan kemiskinan dan juga program-program yang pro rakyat. Erick mencontohkan contoh salah satu program pemerintah melalui PLN ialah stimulasi listrik secara gratis kepada pelanggan rumah tangga, industri, dan bisnis kecil dengan daya 450 VA.
"Sejak awal kita terus tekankan BUMN untuk transformasi agar BUMN ini pengelolaannya benar-benar profesional dan transparan," ungkap Erick.
Dalam penanganan pandemi, Erick juga bersyukur kerja keras pemerintah dan BUMN dapat menjawab keraguan banyak pihak. Kini, lanjut Erick, apresiasi datang dari Bank dunia yang melihat peran besar BUMN dalam penanganan pandemi, seperti saat PLN memberikan listrik gratis guna membantu kesulitan ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, Bank Dunia juga melihat BUMN secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam perang melawan covid dengan memproduksi ventilator, masker, bahkan vaksin.
"Alhamdulillah, awal-awal pandemi, banyak yang meragukan Indonesia, tapi sekarang kita dinilai sebagai salah satu yang terbaik," ucap Erick.
Bagi Erick, keberhasilan penanganan pandemi tak lepas dari modal sosial yang kuat di Indonesia. Erick sejak awal meminta BUMN untuk fokus dan gotong-royong dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19. (OL-13)
Baca Juga: Kemenkeu: BLT Minyak Goreng untuk Menjaga Daya Beli
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Harga komoditas global diproyeksikan turun ke level terendah dalam enam tahun pada 2026.
Langkah ini tidak hanya mendekatkan pengolahan sampah ke sumbernya, namun juga berkontribusi dalam mengurangi beban TPA dan mendukung ekonomi sirkular.
Pemerintah memastikan tidak akan mengadopsi data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia.
AWAL April 2025, Bank Dunia melalui Macro Poverty Outlook menyebutkan pada tahun 2024 lebih dari 60,3% penduduk Indonesia atau setara dengan 171,8 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan.
Di balik status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas, Bank Dunia mengungkapkan fakta mencengangkan: 60,3% dari total populasi Indonesia hidup dalam garis kemiskinan
Indonesia diproyeksikan hanya memiliki pertumbuan ekonomi rata-rata 4,8% hingga 2027. Adapun, rinciannya adalah 4,7% pada 2025, 4,8% pada 2026, dan 5% pada 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved