Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI hasil pemeriksaan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan ada 8 perusahaan besar yang menguasai 70% pasar minyak goreng di Indonesia.
Kondisi tersebut diduga membuat 8 perusahaan memiliki kekuasaan untuk menyalahgunakan posisi yang dominan. "Saya katakan ini porsi tawarnya nggak seimbang. Mereka punya market power yang kuat. Tinggal masalah niat saja untuk menyalahgunakan posisi," ujar Ketua KPPU Ukay Karyadi, Kamis (31/3).
Adapun Ukay menyampaikan pandangannya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR secara virtual. Penyelidikan terkait dugaan kartel distribusi minyak goreng masih terus berlangsung. Pihaknya hanya membutuhkan satu bukti lagi untuk membawa kasus ini ke pengadilan.
Baca juga: Cek Harga Minyak Goreng, Presiden Blusukan ke Pasar
"Terkait minyak goreng statusnya masuk tahap penyelidikan. Kami sudah menemukan satu alat bukti dengan dugaan tiga pasal yang dilanggar (dalam UU Persaingan Usaha), yaitu Pasal 5 tentang Penetapan Harga, Pasal 11 tentang Kartel dan Pasal 19 Huruf C tentang Penguasaan Pasar dan Pembatasan Peredaran," jelasnya.
"Kami sudah panggil 44 pihak. Terdiri dari produsen minyak goreng, terutama yang besar. Distributor juga kami panggil untuk dimintai keterangan, peritel, asosiasi, perusahaan pengemasan minyak goreng, hingga instansi pemerintah," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya menemukan beberapa hal menarik dari pemeriksaan. Diketahui, kalangan produsen minyak goreng rutin mengadakan rapat yang difasilitasi asosiasi.
Namun, lanjut Ukay, pihaknya belum bisa memastikan terkait topik yang dibahas, apakah termasuk pengaturan harga dan stok minyak goreng. Satu hal yang dapat dipastikan ialah pertemuan itu membahas kebijakan pemerintah, seperti Permendag Nomor 1 Tahun 2022.
Baca juga: Kemenperin Usahakan Stok Minyak Goreng Aman Saat Ramadan
"Dari keterangan peritel, mereka juga kerap kali dipasok distributor dan jumlahnya tidak sesuai dengan yang diajukan. Para peritel itu ketika diperiksa mengatakan jauh di bawah permintaan," urainya.
Pihaknya menilai adanya permainan harga minyak goreng dikarenakan komoditas ini merupakan kebutuhan pokok yang elastis. Artinya, berapa pun harga minyak goreng, memiliki kepastian untuk dibeli konsumen.
Berdasarkan laporan di beberapa kantor wilayah KPPU, terdapat praktik penjualan bersyarat. Artinya, distributor boleh menjual minyak goreng dengan syarat membeli barang tertentu. "Ini melanggar UU Persaingan Usaha. Kami selidiki ini juga," pungkas Ukay.
Selain itu, pihaknya juga telah memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo pada 14 Maret 2022 lalu. Adapun saran tersebut dibagi atas jangka pendek dan jangka menengah.(OL-11)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved