Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa jelang Ramadan, harga kebutuhan pokok masih stabil. Namun, ada sejumlah komoditas yang sudah mengalami kenaikan harga, seperti minyak goreng, telur ayam dan cabai.
"Memang ada kenaikan harga yang signifikan dibanding tahun lalu. Seperti minyak goreng curah, itu kenaikannya lebih dari 36%. Komoditas lain naik, tapi tidak signifikan," ujar Direktur Bahan Pokok dan Penting Kementerian Perdagangan Isy Karim dalam seminar virtual, Selasa (29/3).
Lebih lanjut, Isy menjelaskan dari sisi stok untuk persiapan Ramadan, masih dalam kondisi mencukupi. Pihaknya juga melakukan tambahan untuk beberapa komoditas, guna memitigasi kekurangan stok bahan pokok.
Baca juga: Minyak Goreng Curah Langka, Warga Antre Peroleh Kupon 20 Liter
Beberapa komoditas yang stoknya dinilai mencukupi jelang Ramdan, yaitu beras 1 juta ton dengan ketahanan 10,5 bulan. Lalu, gula pasir yang memiliki stok 533 ribu ton untuk 2,5 bulan.
Kemudian, minyak goreng stoknya 680 ribu ton untuk 1,4 bulan, serta kedelai 280 ribu ton untuk 1,4 bulan. Berikut, daging sapi 73 ribu ton untuk 2,3 bulan dan bawang putih 200 ribu ton untuk 1,3 bulan.
"Cabai kita pantau stoknya masih normal dan bawang merah juga masih di atas normal," imbuh Isy.
Baca juga: Sarinah Jadi Rumah Bagi UMKM untuk Menjadi Lebih Berkelas
Saat ini, komoditas kedelai tengah mengalami kenaikan harga. Hal ini disebabkan transmisi harga internasional yang terpantau meningkat. Kemendag berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan kedelai lokal, sehingga kenaikan harga dapat diredam.
"Dari pengamatan kami, harga kedelai akan turun pada Agustus sampai akhir September," pungkasnya.
Terkait harga minyak goreng, lanjut dia, turut disebabkan lonjakan harga CPO global. Namun, Isy menilai produksi minyak goreng di Indonesia tidak menurun. Pada 2021, stok minyak goreng di Tanah Air mencapai 52 juta ton. Terbagi untuk keperluan pangan, oleochemical, hingga ekspor.(OL-11)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Jadi sumbangannya dalam bentuk makanan instan, kemudian pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya yang sudah kami identifikasi yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita.
Impor pakaian bekas ini selalu terjadi di mana pun. Pelaku juga sudah punya jaringan dan bekerja secara profesional.
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memusnahkan sebanyak 16.591 balpres pakaian bekas impor ilegal dari 19.931 temuan balpres pakaian bekas impor ilegal.
Pemerintah secara serius menargetkan penurunan signifikan pada biaya logistik nasional dalam rangka meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah perekonomian.
TEMUAN pestisida etilen oksida pada produk mi instan merek Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kulit yang beredar di Taiwan tengah ramai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara
Langkah ini diambil untuk menanggapi temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved