Selasa 29 Maret 2022, 10:28 WIB

Sarinah Jadi Rumah Bagi UMKM untuk Menjadi Lebih Berkelas

 Despian Nurhidayat | Ekonomi
Sarinah Jadi Rumah Bagi UMKM untuk Menjadi Lebih Berkelas

MI / ADAM DWI
Mal Sarinah yang berlokasi di Jakarta Pusat.

 

PELAKU UMKM memerlukan rumah sendiri untuk dapat berkembang dan menjual produknya. Dengan adanya rumah bagi pelaku UMKM, produk mereka akan menjadi lebih berkelas dan memiliki narasi yang kuat.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat melakukan kunjungan ke Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (28/3).

"Produk UMKM itu bisa jadi berkelas karena rumahnya sendiri dan narasinya sendiri. Dulu saya agak ngotot ke pengelola mal agar 20% space diberikan untuk UMKM atau bisa juga Indomaret dan Alfamart. Tapi ternyata itu bukan rumah mereka, enggak bisa bersaing (pelaku UMKM). Nah ini Sarinah jadi rumah UMKM yang nyaman," kata Teten dilansir dari keterangan resmi, Selasa (29/3).

Menurutnya, Sarinah juga dapat menjadi contoh nyata bagi pemerintah daerah untuk membangun rumah bagi UMKM. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan gedung tua milik pemerintah yang diubah menjadi tempat oleh-oleh yang nyaman dan memiliki kualitas produk berdasarkan kurasi terlebih dahulu.

Baca juga: Transformasi Digital Jadi Kunci Kemenangan UMKM di Era Pandemi

Teten menegaskan bahwa tempat oleh-oleh itu pasti buatan lokal dan produk UMKM. Tentu tempat tersebut akan memiliki captive market tersendiri dan harus menjamin kualitas produk yang dipasarkan.

"Jadi ke depan UMKM itu harus punya narasi kuat untuk menjualnya dan punya tempat sendiri. Kita ini punya banyak gedung-gedung tua di banyak daerah. Jadi jangan lagi jualan di emperan, enggak bakal dihargai," tuturnya.

Teten juga mengusulkan agar pemerintah daerah untuk memiliki agregator yang dapat menampung produknya, di mana nantinya dapat ditampilkan di Sarinah.

"Saya usul daerah itu harus punya agregator, baik itu koperasi atau perusahaan daerah yang membeli dulu produknya, nanti dari perusahaan daerah itu baru masuk ke Sarinah," jelasnya.

"Tentu nanti kurasi dan sebagainya antara agregator daerah dengan Sarinah. Kalau satu per satu kan akan rumit. Jadi peran agregator itu sangat penting dalam sistem produksi yang kecil atau mikro. Ini kan sulit suplai mereka untuk stabil, baik kuantitas dan kualitas. Sehingga bisa di substitusi oleh yang lainnya," ujar Teten.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengaku senang dengan kunjungan dari Menkop UKM dan dinas dari berbagai daerah. Menurutnya, Sarinah mendapat apresiasi karena telah menjadi tempat untuk membuat UMKM naik kelas.

"Sarinah yang baru ini sangat erat kaitannya dengan Kemenkop UKM. Kita bisa lakukan sinergi secara lebih luas, di mana dari hulu ke hilir dapat di take care dengan baik serta Sarinah mampu memberikan akses kepada market dan capacity building sehingga UMKM dapat naik kelas," ucap Fetty.

Menurutnya, Sarinah telah bertransformasi dan banyak lakukan pembenahan di segala bidang. Mulai dari konsep bisnis yang sekarang telah menjadi community mall, branding di mana Sarinah menjadi destinasi wajib kunjung serta menjadi ruang sosial dan budaya.

Sarinah juga menghadirkan beragam fitur baru, seperti culinary center, trading house, distrik seni, dan masih banyak lainnya.

Ke depan, Sarinah juga akan melakukan kerja sama dengan berbagai dinas daerah untuk mengkurasi produk UMKM untjk ditampilkan di sana.

."Kami membahas kerja sama dari kepala dinas berbagai daerah yang juga melakukan kunjungan tadi, di mana masing-masing daerah dapat menjadi agregator dan melakukan kurasi dari produk mereka dan nantinya akan diseleksi kembali oleh Sarinah untuk ditampilkan kepada masyarakat," pungkasnya. (Des/OL-09)

Baca Juga

MI/HO

Lawan Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN Luncurkan Gerakan 1 Juta Patok

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 09:37 WIB
Menurut Hadi, mafia tanah seringkali hadir memanfaatkan kekaburan dan ketidakjelasan batas-batas kepemilikan...
ADAM DWI / MI.

Marak Social Commerce, Perlindungan Data Pribadi Harus Diterapkan

👤 Despian Nurhidayat 🕔Jumat 03 Februari 2023, 08:55 WIB
Di sisi lain, di berbagai negara nyatanya model bisnis social commerce dinilai dapat menimbulkan berbagai risiko. Risiko ini termasuk dalam...
Ist/DPR

UU Harmonisasi Peraturan Pajak Berhasil Menggenjot Penerimaan Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 08:41 WIB
UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang telah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu terbukti efektif mendongkrak penerimaan pajak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya