Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus berupaya memberikan program-program unggulan kepada wirausahawan sebagai bentuk dukungan. Langkah itu dilakukan demi mendorong pengembangan dan penguatan kewirausahaan nasional.
Program pertama adalah enterpreneur development. Program ini adalah kegiatan konsultasi dan bisnis pendampingan atau konsultasi dan pendampingan bisnis dimana sifatnya sangat spesifik tergantung dari kebutuhan para wirausaha.
"Ketika ada wirausahawan yang membutuhkan konsultasi pendampingan di bidang pemasaran, kami akan arahkan kepada konsultan yang tepat. Begitu jgua jika ada yang butuh di bidang produksi, kami akan arahkan kepada konsultan dan pendampingan yang tepat," ucap Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah di kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Senin (14/10).
Baca juga : Kemenkop UKM Ajak Komunitas Bisnis Gali Potensi Jutaan UMKM
Azizah berharap, setelah mendapatkan pendampingan, para wirausahawan itu bisa mengembangkan bisnis dan selanjutnya mengikuti program inkubasi. Di fase ini, wirausahawan menjalani program selama 6 bulan dengan pendampingan langsung oleh para mentor.
"Mereka belajar bagaimana membuat perencanaan. Kemudian kalau sudah cukup baik, lanjut ke pengembangan, bagaimana membesarkan usaha," terang Azizah.
Kemudian, berangkat dari permasalahan wirausaha-wirausaha yang membutuhkan modal kerja untuk mengembangkan bisnisnya, Kemenkop UKM pun menginisiasi program Enterpreneur Financial Fiesta (EFF) yang merupakan program pembiayaan alternatif nonperbankan.
Baca juga : Butuh 800 Ribu Wirausaha Baru untuk Indonesia Jadi Negara Maju
"Kami bekerja sama dengan banyak pemodal ventura, kurang lebih sampai 50 pemodal ventura, angel investor, security crowdfunding. Ini adalah alat-alat yang bisa digunakan oleh para wirausaha. Kenapa? Karena yang pertama mereka bukan pembiayaan, tapi mereka adalah penyertaan modal. Mereka bukan dengan bunga, tapi mereka akan bagi hasil sifatnya," imbuhnya.
Azizah meyakini, dengan program EFF itu, pemerintah telah cukup banyak membantu para wirausaha yang memang mereka butuh untuk mendapatkan tambahan modal. Sementara itu, untuk membentuk satu ekosistem para wirausaha, Kemenkop UKM pun telah mengembangkan program Enterpreneur Hub (EHub).
"EHub ini sebetulnya adalah satu platform di mana teman-teman wirausaha ini bisa mendapatkan konsultasi pendampingan juga, tapi dalam bentuk yang berbeda. Jadi mereka akan kita pertemukan dengan para pengusaha sukses supaya mereka belajar how to develop the business. Jadi intinya dalam E-Hub ini kita buka kesempatan seluas-luasnya untuk para wirausaha ber-networking juga," tutur Azizah. (Z-11)
Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan layanan pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
LPDB Koperasi kembali menegaskan dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak-hak fundamental masyarakat melalui penyaluran pinjaman maupun pembiayaan dana bergulir bagi koperasi
SURVEI Segara Research Institute menunjukkan mayoritas peminjam di Indonesia lebih mengutamakan kecepatan pencairan dana dibandingkan besaran suku bunga dalam memilih sumber pembiayaan.
Akses pembiayaan bagi jutaan masyarakat unbanked dan underbanked yang selama ini belum terlayani optimal oleh sektor perbankan formal makin diperhatikan.
MECA 2025 diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap brand yang mampu menampilkan terobosan pemasaran serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Indonesia terus memajukan infrastruktur berkelanjutan melalui model pembiayaan dengan menggabungkan partisipasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved