Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI hadapan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyebut persoalan minyak goreng, mulai dari kelangkaan stok hingga kenaikan harga, semakin membebani masyarakat.
Menurut Anam, selama dua tahun terakhir, masyarakat dihadapkan situasi sulit akibat pandemi covid-19. Kemudian, beban itu ditambah dengan naiknya sejumlah harga komoditas, termasuk minyak goreng.
Politisi PDI Perjuangan itu berpendapat kebijakan Kemendag menggerus kepercayaan masyarakat soal keamanan stok pangan. "Sebulan lalu Pak Menteri bilang, dalam waktu empat hari masalah ini selesai. Tapi, kenyataannya tidak," ujar Anam dalam rapat kerja Komisi VI DPR secara virtual, Kamis (17/3).
Baca juga: Mendag: Ada Mafia Rakus yang Jual Minyak Goreng ke Luar Negeri
Lebih lanjut, dirinya menyoroti perubahan kebijakan terkait persoalan minyak goreng hingga menerbitkan enam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), yang dinilai belum bisa mewujudkan stabilitas harga minyak goreng.
"Kami melihat Kemendag gagal dalam memproteksi rakyat dalam komoditas. Salah satunya minyak goreng ini," pungkas Anam.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Baru, Distributor Mulai Keluarkan Simpanan dari Gudang
Sebelumnya, Ombudsman RI melakukan pemantauan harga minyak goreng di 274 pasar pada awal tahun ini. Hasilnya, stok komoditas pangan tersebut masih langka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan per 15 Maret, dibandingkan pemeriksaan pada 22 Februari 2022, ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana turun 12,7%. Lalu, ketersediaan minyak goreng premium anjlok 31,11%.(OL-11)
KETUA pengurus harian YLKI Tulus Abadi berpendapat dengan naiknya harga Minyakita, akan menggerus daya beli masyarakat. Harga eceran tertinggi (HET) dibanderol menjadi Rp15.700 per liter
Kan pemerintah sekarang akan berakhir di September 2024. Akhiri dengan husnul khotimah.
Pemerintah perlu menyelidiki dan mengusut ke mana perginya beras impor, dan siapa yang mengendalikan distribusinya mulai dari proses impor hingga penyalurannya di daerah.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher tidak sependapat dengan pemerintah yang menyebut langka dan mahalnya beras di pasaran karena perubahan cuaca yang membuat hasil panen turun.
Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji, kelangkaaan dapat terjadi karena fenomena El Nino atau memang stok beras yang diproduksi belum memadai.
LANGKANYA stok beras premium di minimarket dirasakan warga Jakarta Timur. Warga yang tinggal di hunian vertikal menyebut sudah sejak Sabtu (10/2) lalu kesulitan mencari beras.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved