Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA kelangkaan dan kenaikan harga beras melanda hampir seluruh daerah di tanah air pada akhir-akhir ini. Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menilai kondisi tersebut menunjukan inflasi pangan yang masih tinggi dan akan sangat terasa dampaknya kepada masyarakat.
“Sekarang ini kan harga beras itu kan naik secara signifikan dan masyarakat di bawah itu sangat merasakan. Jadi artinya bahwa (naiknya) harga beras ini menunjukan bahwa inflasi pangan itu masih tinggi. Bukan hanya sangat tinggi, tetapi masyarakat mulai kesulitan mendapatkan di pasar,” jelasnya saat ditemui Parlementaria usai rapat Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (2/3).
Legislator dari Fraksi PKS ini mengatakan apabila inflasi pangan yang terjadi berupa kebutuhan pokok maka pasti akan menyulitkan masyarakat. Terlebih, menurutnya, saat ini masyarakat masih dihadapkan pada kesulitan memperoleh lapangan kerja dan juga pendapatan yang terbatas.
Baca juga : Amin AK Ingatkan Pemerintah: Jelang Bulan Puasa, Harga Bahan Pokok Harus Terjangkau
Pemerintah akan menambah jumlah kuota penugasan impor beras kepada perum Bulog dari 2 juta ton menjadi 3,6 juta ton pada 2024. Dilansir dari berbagai sumber, hal ini diambil berdasarkan Rakortas Kementerian Koordinator Perekonomian pada 5 Februari 2024 lalu.
Menanggapi wacana tersebut, Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan negara (BAKN) itu ikut angkat bicara. Dengan tegas, ia menyampaikan bahwa impor bukanlah kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Tentu kalau impor itu justru merugikan ya. Karena yang diuntungkan siapa? Ini kan justru kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Jadi mestinya pemerintah bisa mengantisipasi, menstabilkan harga beras. Kemudian justru petani mesti didorong dan mesti diberikan satu stimulus bagaimana agar petani kita juga mendapatkan kesejahteraan,” tambahnya.
Baca juga : Hidayatullah: Jor-Joran Bansos Diduga Penyebab Beras Langka dan Mahal
Menutup pernyataannya, Anis berpesan kepada pemerintah agar dapat menjaga stabilitas harga beras serta perbaiki daya beli masyarakat terlebih beras menjadi kebutuhan pokok dari rakyat Indonesia.
“Kan pemerintah sekarang akan berakhir di September 2024. Akhiri dengan husnul khotimah (akhir yang baik,red). Perbaiki dan stabilkan harga beras dan perbaiki daya beli masyarakat, sehingga masyarakat itu tidak kesulitan apalagi beras itu kebutuhan pokok dari rakyat Indonesia,” tutupnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras pada Februari 2024 tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan harga beras yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia disinyalir terjadi karena karena inflasi pada komoditas tersebut mencapai sebesar 6,54% dibandingkan bulan sebelumnya. Selain harga beras, harga kebutuhan pangan lainnya juga terindikasi mengalami kenaikan seperti telur, cabai, unggas, dan beras. (S-3)
Jelang Ramadan dan Lebaran, mungkin masih banyak masyarakat yang mengakses pinjaman lewat Pinjol untuk memenuhi kebutuhannya.
Faktor harga beras yang tinggi saat ini disebabkan dominansi pasar beras di dalam negeri dikuasai oleh sekelompok konglomerat, yang semestinya dikuasai oleh negara lewat Perum Bulog.
Pemerintah kembali berdalih penebalan bansos dilakukan untuk menjaga permintaan domestik bagi masyarakat miskin dan rentan, mengingat dampak panjang yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino.
Terhadap fenomena pinjol di kalangan pelajar, Politisi fraksi PDI-Perjuangan tersebut mengimbau penting juga peran orangtua dalam hal ini untuk mengingatkan dan menjaga anak-anaknya.
OJK seharusnya melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah masyarakat terjerumus ke dalam perjudian online.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved