Selasa 15 Maret 2022, 02:18 WIB

BI : Pengeluaran Domestik Produk Halal Capai US$282 M di 2025 

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
BI : Pengeluaran Domestik Produk Halal Capai US$282 M di 2025 

Antara/M Risyal Hidayat
Penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah tahun lalu

 

BANK Indonesia (BI) memprediksi pengeluaran domestik di seluruh produk dan layanan halal akan terus meningkat hingga mencapai US$282 miliar atau Rp4 ribu triliun pada tiga tahun mendatang. Dengan mayoritas penduduk muslim , Indonesia berpotensi menjadi pemain utama industri halal dunia. 

Berdasarkan catatan dari The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), Indonesia memiliki 231,06 juta jiwa penduduk muslim. 

"Pengeluaran konsumsi domestik seluruh produk dan layanan halal mencapai US$180 miliar di 2020 dan diperkirakan tumbuh sebesar 14,96% hingga sebesar US$282 di 2025," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung di Business Forum Indonesia Halal Markets 2022 secara virtual, Senin (14/3). 

Dia menjelaskan, Indonesia berada dalam posisi yang baik secara global dalam pengembangan industri halal. Seperti masuk dalam tiga besar pusat distribusi industri halal bersama dengan Turki dan Arab Saudi. 

Indonesia juga dikatakan memiliki 13% pusat makanan halal dunia dan dianggap menjadi perdagangan internasional terbesar. 

"Kinerja ekspor Indonesia ke negara-negara OIC (Organisasi Kerjasama Islam) di 2021 bertambah 13,7%, dibandingkan nilai ekspor pada periode yang sama di 2020," ungkap Juda. 

Baca juga : Jasa Marga: 63% Kendaraan yang Terjaring Terbukti Langgar ODOL

Hal lain yang disoroti Juda ialah terkait penguatan sektor keuangan syariah dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM yang dianggap menjadi penggerak utama rantai nilai dan penguatan ekonomi digital dalam mempromosikan produk halal. 

Pihaknya pun mendorong para pelaku usaha agar dapat mengoptimalkan forum bisnis untuk membawa Indonesia sebagai pemain industri halal global yang berkualitas. 

"Forum ini diharapkan dapat memfasilitasi para pelaku usaha Indonesia dan global untuk menginisiasi kerja sama usahanya dalam proses pemulihan pembangunan ekonomi global," pungkas Juda. 

Sebelumnya diberitakan, data dari The State of Global Islamic Economic Report (SGIER) 2020/2021 menunjukkan, tingkat pertumbuhan belanja muslim di dunia tumbuh 3,2% dengan nilai US$ 2,02 miliar. 

Ranking Indonesia dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan syariah pun naik ke peringkat keempat dari sebelumnya di urutan lima. Sektor fesyen islami dan ekspor makanan halal pun berada di peringkat atas yakni ketiga dan keempat. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Blibli

Fitur Pembayaran Tempo Blibli Mitra Bantu Toko Kelontong Jaga Arus Modal dan Stok Barang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:48 WIB
Vice President Blibli Mitra Hansel mengatakan, kehadiran toko kelontong di area tempat tinggal masyarakat hingga ke pelosok menjadi solusi...
DOK Sinar Mas Land.

Logo Baru, Kota Wisata Cibubur Kembangkan 150 Ha untuk 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:38 WIB
Hingga saat ini Kota Wisata membangun 45 klaster perumahan dengan desain yang terinspirasi dari eksotika kota-kota besar di dunia di atas...
Antara/Subur Atmamihardja

Pertamina Tegaskan Aplikasi MyPertamina Belum Diterapkan Untuk Beli Elpiji 3 kg

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:36 WIB
"Elpiji 3 kg masih pengembangan sistem. Jadi, belum akan kita lakukan registrasi. Tidak dalam waktu dekat kita...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya