Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Perilaku Unggul Cetak Kinerja Positif

Teguh Nirwahyudi
11/2/2026 19:55
Perilaku Unggul Cetak Kinerja Positif
Ilustrasi, program community officer PT Bank BTPN Syariah Tbk.(Dok. PT Bank BTPN Syariah Tbk)

BERKAT peran community officer sebagai garda terdepan dalam melayani dan mendampingi warga masyarakat inklusi, PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama pertumbuhan laba tahun lalu. Pencapaian ini tidak lepas dari peran semua pihak memberdayakan warga masyarakat inklusi membangun perilaku unggul sebagai kunci keberhasilan.

"Model bisnis pendampingan yang kami jalankan terbukti relevan dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat inklusi. Sepanjang 2025, kami menghadirkan berbagai program apresiasi dan insentif yang memperkuat semangat nasabah menerapkan empat perilaku unggul terutama dalam membangun solidaritas di sentra nasabah. Alhamdulillah, kami berhasil mencetak laba bersih Rp1,2 triliun. Kami berharap fokus bank membangun perilaku unggul terus memberikan manfaat," kata Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad dalam pertemuan dengan awak media di Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Sepanjang 2025, BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp1,2 triliun atau tumbuh 13% secara tahunan (YoY). Penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,35 triliun. Rasio keuangan bank tetap kuat dengan Return on Assets (RoA) 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 57,7%.

Bank menegaskan komitmen menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat inklusi melalui model bisnis pendampingan yang terbukti efektif dan relevan. Pendampingan berfokus pada penguatan empat perilaku unggul (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu/BDKS) sehingga masyarakat inklusi mampu bertahan dalam berbagai situasi. Pendekatan ini dinilai paling tepat dalam memberdayakan segmen ultramikro. BTPN Syariah tidak hanya mendampingi dalam memberikan akses keuangan tetapi juga memberikan akses pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas hidup nasabah.

Selain pendampingan intensif, BTPN Syariah juga memberikan perhatian khusus kepada nasabah di Sumatra yang terdampak bencana. Bank menyediakan berbagai program bantuan untuk mendukung pemulihan nasabah dan komunitas yang terdampak.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan aset keuangan syariah melonjak signifikan dari Rp6.193 triliun pada 2021 menjadi Rp10.257 triliun pada 2025.

Pertumbuhan aset tersebut didorong percepatan sertifikasi produk halal, peningkatan permintaan sektor fesyen muslim, kosmetik, farmasi, dan ekspansi pariwisata ramah muslim yang memperkuat daya saing ekosistem halal Indonesia.

"Kinerja positif menunjukkan ekonomi syariah semakin menjadi pilar penting pendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat," kata Airlangga di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Prestasi Indonesia di tingkat global juga semakin menonjol dengan keberhasilan menempati peringkat ke-3 dunia dalam Global Islamic Economy Indicator 2024-2025 atau melesat dari posisi ke-11 pada periode sebelumnya.

"Kendati demikian, literasi keuangan kita masih sekitar 66%. Namun, bila dibandingkan negara OECD lain, kita sudah di atas negara OECD yang 62%. Ini bisa didorong untuk lebih dikuasai," tandas Hartarto.

Dalam mendorong peningkatan ekonomi syariah, pemerintah menyiapkan strategi penguatan ekonomi syariah 2025-2029. Strategi itu mencakup penguatan industri halal terutama makanan-minuman, fesyen muslim, farmasi, kosmetik, pariwisata, dan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM halal melalui percepatan sertifikasi halal dan ekosistem yang lebih efisien, peningkatan ekspor halal dan kerja sama ekonomi syariah internasional. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya