Selasa 01 Maret 2022, 16:55 WIB

Jokowi : Perang di Ukraina Bikin Kelangkaan Kontainer dan Harga Minyak Naik 

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Jokowi : Perang di Ukraina Bikin Kelangkaan Kontainer dan Harga Minyak Naik 

MI/Haryanto mega
Truk mengisi BBM untuk disalurkan ke SPBU

 

PRESIDEN Joko Widodo menuturkan, akibat konflik antara Rusia dengan Ukraina berdampak pada ketidakpastian perekonomian global, utamanya soal kenaikan harga pada sejumlah komoditas dan barang, seperti minyak mentah hingga kontainer. 

Hal ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan TNI- Polri di Jakarta, secara virtual, Selasa (1/3). Presiden menyebut, peperangan di Ukraina mengganggu kestabilan perdagangan banyak negara. 

"Perang di Ukraina membuat ketidakpastian global merembet ke negara dunia. Yang dulu kita tidak pernah hitung, muncul semuanya problem itu seperti kelangkaan kontainer. Dulu normal, mau kirim apa pun logistik bisa, kontainer cukup. Tapi sekarang terganggu semuanya karena perdagangan yang tidak seimbang di negara lain," jelasnya. 

Jokowi berujar, jika harga kontainer naik, maka harga barang yang dikirim ikut melonjak. Hal ini yang menurutnya perlu diwaspadai pemerintah. 

"Kalau harga kontainer naik, artinya apa? Harga barang juga akan ikut naik. Kalau harganya naik berarti apa? Konsumen akan membeli dengan harga lebih mahal dari biasanya. Hati-hati dengan ini," sambungnya. 

Masalah lain yang disinggung Kepala Negara ialah soal kelangkaan energi imbas peperangan di negara Eropa tersebut. Jokowi mengatakan, sebelum perang harga minyak dan komoditas energi sudah naik. Makin diperburuk dengan konflik Rusia-Ukraina. 

Baca juga : 2021, Produksi Beras RI Turun 0,14 Juta Ton

"Soal kelangkaan energi, sekarang harga (minyak) per barel sudah di atas US$100 yang sebelumnya hanya US$50-US$60. Semua negara yang namanya harga BBM naik semua, LPG naik semuanya. Hati-hati dengan ini, hati-hati dengan kenaikan harga," ungkapnya. 

Mantan Wali Kota Solo ini juga menyinggung masalah kenaikan harga pangan di beberapa negara. Beberapa negara, kata Jokowi, lonjakan harga pangan sudah di atas 30%. 

"Hati-hati dengan ini yang namanya urusan pangan," ucapnya. 

Jokowi menegaskan, permasalahan itu harus diwaspadai karena menimbulkan efek domino. Kenaikan produksi akan jadi momok berikutnya dalam masalah perdagangan dunia. 

Jika suatu pabrik memproduksi barang, maka akan membeli bahan baku dengan harga yang naik. Begitu pun terkait harga bahan bakar (BBM) yang melambung. Mata rantai ini berimbas ke ongkos produksi sebuah pabrik. 

"Artinya apa? ongkos produksi naik, terus harga di pabriknya menjadi jauh lebih tinggi, terus dikirim ke pasar berarti harga konsumennya juga nanti akan naik, ini efek berantainya seperti ini," tutupnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Adeng Bustomi.

HKTI: Raih Penghargaan IRRI Membanggakan Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 15:39 WIB
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menilai penghargaan yang diberikan International Rice Research Institute (IRRI) kepada...
Dok.Ist

Pandawa Agri Dorong Pertanian Berkelanjutan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 15:07 WIB
Reduktan pestisida, yang merupakan produk unggulan PAI, telah turut serta dalam mengurangi hingga 2 juta liter penggunaan pestisida di...
Antara

Rupiah Jadi Alat Pemersatu Bangsa

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 13:42 WIB
Rupiah merupakan instrumen penting yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, namun juga menunjukkan eksistensi kedaulatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya