Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan produksi beras sebesar 0,14 juta ton. Dari 31,50 juta ton pada 2020 menjadi 31,36 juta ton di sepanjang 2021.
Penurunan produksi beras itu selaras dengan turunnya luas panen yang menyusut 0,25 juta hektare (ha) menjadi 10,41 juta ha.
"Produksi beras untuk pangan mengalami penurunan 0,14 juta ton, atau 0,45% dari total produksi beras di 2020 sebesar 31,50 juta ton," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers, Selasa (1/3).
Baca juga: Nilai Tukar Petani Naik 0,15% pada Februari
Menurutnya, penurunan luas lahan panen pada 2021 disebabkan beberapa faktor. Pertama, terjadinya kemarau tinggi pada Agustus-September 2021 dan menyebabkan kekeringan. Sehingga, mengurangi luas panen dibandingkan periode yang sama di 2020.
Kedua, adanya peralihan penanaman dari padi ke tanaman lain, karena kekurangan air akibat kemarau. Ketiga, adanya bencana alam, seperti banjir, erupsi gunung, hingga serangan hama di beberapa wilayah.
"Faktor lain adalah intensitas curah hujan yang cukup tinggi di akhir 2021. Sehingga, berdampak pada luas panen Oktober-Desember 2021," jelas Setianto.
Baca juga: Warga Bulukumba Mengeluhkan Beras Bansos Kuning dan Berbau
Namun, berdasarkan hasil pengamatan dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan pada Februari 2022, diperkirakan potensi luas panen pada supron pertama (Januari-April) 2022 akan mencapai 4,81 juta ha.
Potensi luas panen itu lebih tinggi 8,58%, atau 0,38 juta hektare dari realisasi luas panen supron pertama di 2020. Naiknya potensi luas panen supron pertama juga diyakini mendorong peningkatan produksi padi dan beras di periode sama.
Untuk produksi padi, diperkirakan meningkat 25,40 juta ton, atau naik 1,82 juta ton dari realisasi produksi padi di supron pertama 2021, yakni 23,58 juta ton. Sedangkan, produksi beras diperkirakan mencapai 14,36 juta ton, atau naik 1,05 juta ton dibandingkan supron pertama 2021 sebesar 13,58 juta ton.(OL-11)
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Keterlibatan Acha Septriasa sebagai Co-Founder di Avarta Media menandai fase baru setelah lebih dari dua dekade ia berkarier sebagai bintang film.
Tiga kesalahan yang harus dihindari adalah kualitas teknis yang buruk, kurang strategi kesan pertama, dan meremehkan proses produksi.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memilih meluruskan angka konversi yang dipaparkan. Ia menolak klaim konversi 100 ribu hektare per tahun dan merujuk data BPS yang jauh lebih kecil.
PT GNI memiliki total 25 lini produksi Nikel Pig Iron, di mana 2 lini saat ini tengah dilakukan perbaikan besar pada material tahan api, sementara 23 lini lainnya tetap beroperasi secara normal.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved