Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis peningkatan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Kenaikan kedua indikator ini menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah penduduk miskin yang bertambah, tetapi juga kondisi mereka semakin memburuk.
“Ketika garis kemiskinan naik dari sebelumnya, maka penduduk yang sebelumnya berada sedikit di atas garis itu bisa menjadi masuk kategori miskin,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin melalui keterangannya, Dikutip Sabtu (26/7)
Nurul menjelaskan, berdasarkan data, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 0,549 pada September 2024 menjadi 0,574 di Maret 2025. Sedangkan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik dari 0,106 menjadi 0,111.
"Kenaikan P1 dan P2 menandakan bahwa kelompok miskin di Jakarta makin sulit keluar dari garis kemiskinan (makin dalam), dan ketimpangan di antara sesama kelompok miskin juga semakin melebar (makin parah)," bebernya.
Dalam periode yang sama, rasio gini DKI Jakarta naik menjadi 0,441, meningkat 0,010 poin dari September 2024 (0,431). Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 0,375, bahkan melebihi provinsi-provinsi lain seperti DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Papua.
Data distribusi pengeluaran penduduk Jakarta juga menunjukkan ketimpangan tajam 40% kelompok bawah hanya menguasai 16,12 persen dari total pengeluaran. 40% kelompok menengah: 31,44 persen. 20% kelompok atas: 52,45 persen.
“Mayoritas pengeluaran dikuasai oleh 20 persen penduduk terkaya. Ini tren yang terus meningkat, sementara kontribusi kelompok terbawah justru menurun,” ujar Nurul. (Far/M-3)
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Lembaga Demografi UI mengungkap masih banyak lansia di Indonesia yang hidup miskin dengan kesehatan buruk masih harus terus bekerja.
Pemerintah memastikan tidak akan mengadopsi data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia.
Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemerintah akan merevisi data angka kemiskinan nasional.
Metode pengukuran kemiskinan yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini sudah berusia hampir 50 tahun.
Indonesia telah membangun sejumlah sistem perlindungan sosial yang cukup kuat, seperti BLT, BPJS Kesehatan, dan berbagai subsidi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved