Kamis 17 Februari 2022, 15:50 WIB

Beda dengan Hotman Paris, Pengacara Lucas: Kredit Macet Bisa Dipidana dan Dituntut ke Pengadilan

Juven Martua Sitompul | Ekonomi
Beda dengan Hotman Paris, Pengacara Lucas: Kredit Macet Bisa Dipidana dan Dituntut ke Pengadilan

Ist
Pengacara Lucas.

 

Pendiri sekaligus Chairman Law Firm LUCAS S H & PARTNERS, Lucas, berbeda pandangan dengan Hotman Paris soal debitur yang kreditnya macet tidak bisa dipidanakan, sekalipun dituntut ke pengadilan. Utang harus tetap dikembalikan tepat waktu.
 
"Utang dan pinjaman harus dapat dikembalikan dengan tepat waktu. Terkecuali, dalam proses utang dan pinjaman ada kesepakatan lain, jangan sampai ada kesan, bahwa utang tidak perlu dibayar karena debitur tidak dapat dipidanakan," kata Lucas kepada wartawan, Jakarta, Kamis (17/2).

Baca juga: OJK: Transisi Bank dari Hybrid ke Digital Hanya Tinggal Menunggu Waktu
 
Lucas mengaku tidak setuju dengan pernyataan Hotman Paris yang menyebut kreditur tidak dapat melaporkan pidana debitur yang tidak dapat membayar utang. Debitur bisa dilaporkan jika ditemukan unsur penipuan.

"Apabila pinjaman diberikan atas dasar adanya unsur penipuan (rangkaian kata-kata bohong) atau adanya pemalsuan dan penyimpangan, maka debitur tersebut dapat dilaporkan pidana," kata dia.
 
Dia mencontohkan seperti permohonan pinjaman diajukan untuk kepentingan A ternyata faktanya malah digunakan untuk kepentingan B. Lalu, laporan keuangan yang diberikan merupakan laporan keuangan palsu dan pembayaran utang menggunakan cek kosong.
 
Menurut Lucas, persoalan pinjaman bisa masuk ranah pidana jika ditemukan dokumen yang tidak benar dan debitur tersebut tidak dapat membayar. "Namun, apabila pinjaman tersebut didasarkan dengan dokumen-dokumen yang benar dan debitur tersebut tidak dapat membayar utang karena murni masalah ekonomi, maka masalah ini masuk ke ranah perdata," kata Lucas.
 
Sebelumnya, pengacara Hotman Paris membeberkan polemik masyarakat dan perusahaan keuangan soal kredit macet. Nasabah, kata dia, yang tak mampu bayar pinjaman tak bisa masuk ke ranah pidana.
 
"Berapa pun pinjamanmu, kalau tidak bayar, tidak ada sanksi pidana. Itu perdata," kata Hotman dalam sebuah acara di TV yang diunggah ulang ke Instagram pribadinya. (Medcom.id/OL-6)

Baca Juga

Ist

Httpool by Aleph Perluas Kemitraan Penjualan dengan WMX

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Februari 2023, 19:14 WIB
Sejak meluncurkan layanan WMX di seluruh Asia, WMX melihat respons yang sangat positif dari mitra dan agensi...
ANTARA

Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2023 Turun Menjadi 5,04%

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 06 Februari 2023, 17:59 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan mengandalkan sektor domestik dibandingkan sektor eksternal karena ketidakpastian ekonomi...
Antara

Hingga Saat Ini, Ada 142 Investor Tertarik Berinvestasi di IKN Nusantara

👤Ficky Ramadhan 🕔Senin 06 Februari 2023, 17:39 WIB
Dari 142 investor yang tertarik, sebanyak 90 investor telah menyatakan keseriusan untuk berinvestasi di proyek pembangunan IKN Nusantara di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya