Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, bersama Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti, melepas ekspor produk perikanan hasil tangkapan nelayan ke pasar Kanada, Rabu (24/11). Pelepasan ekspor ini bertempat di Nirwana Segara Safe n Lock Warehouse, Sidoarjo Jawa Timur.
Ekspor dilakukan oleh perusahaan rintisan teknologi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan, PT Aruna Jaya Nuswantara. Perusahaan ini melepas produk bermerek sendiri Aruna Crab Premium dengan tujuan Kanada senilai USD 800 ribu sebanyak 1 kontainer 40 feet.
"Pelepasan ekspor ini sungguh membanggakan, perusahaan start up yang digawangi anak muda ini tidak hanya berhasil menembus pasar mancanegara dengan merek sendiri, tapi juga telah memberdayakan nelayan-nelayan kecil agar mereka dapat terhubung dengan rantai pasar global maupun domestik, dengan menerapkan prinsip-prinsip berkeadilan," ujar Didi.
Aruna Jaya Nuswantara memberdayakan 20 ribu nelayan di 30 titik lokasi tersebar di 13 provinsi. Perusahaan ini juga membangun platform digital untuk mendata hasil tangkapan agar nelayan mendapatkan harga yang transparan dan hasil laut yang dapat dilacak.
Didi melanjutkan, nilai ekspor Indonesia di masa pandemi ini justru menunjukkan grafik yang terus meningkat. Secara bulanan, ekspor Indonesia pada Oktober 2021 kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah yaitu mencapai USD 22,03 miliar. Selain itu, dari sisi negara tujuan dan produk ekspor nonmigas, hampir seluruh negara tujuan utama dan seluruh produk utama juga tumbuh positif selama periode Januari--Oktober 2021, termasuk produk perikanan.
"Momentum pemulihan ekonomi ini berhasil kita manfaatkan dengan baik, terbukti dari nilai ekspor kita yang dari bulan ke bulan menunjukkan pergerakan yang kian positif. Untuk sektor perikanan kita juga mencatat peningkatan yang signifikan," tambah Didi.
Didi mengungkapkan, produk perikanan RI merupakan salah satu unggulan ekspor. Dengan kualitas dan ketertelusuran yang lebih terjamin sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing sektor ini.
"Dengan pendekatan keteknologian akan semakin menjawab tuntutan konsumen akan produk yang sustainable dan memenuhi fairtrade," lanjut Didi.
Baca juga : Airlangga Ingin Indonesia Tiru Jepang dan Korsel dalam Pulihkan Ekonomi Lewat UMKM
PT Aruna Jaya Nuswantara mengekspor hampir 70 persen produknya berupa lobster, kepiting, rajungan, tuna, mackerel, red snapper, udang vaname dan lainnya dengan tujuan pasar Amerika Serikat, RRT, Singapura, Jepang, Timur Tengah dan Kanada. Seluruh produk Aruna telah memenuhi standar pasar internasional seperti HACCP, CPIB dan telah menerapkan pengelolaan perikanan yang ramah terhadap ekosistem kelautan.
Adapun total ekspor dengan merek sendiri ke pasar Kanada saat ini telah mencapai USD 34 juta, dengan estimasi total nilai ekspor mencapai USD 6-7 juta per tahun. Perusahaan ini mengekspor produk kepiting, udang, dan tuna senilai USD 30 40 juta pertahun ke pasar Amerika Serikat dan lobster ke pasar Tiongkok sebesar USD 8,5 juta per tahun.
"Saat ini kesanggupan pasok ke pasar Kanada sekitar 1-2 kontainer per bulan, hanya mampu memenuhi sepertiga permintaan existing buyer. Angka ini akan terus berkembang seiring dengan target penambahan titik nelayan menjadi 65 di tahun 2022, serta pembukaan kantor operasional di Amerika Utara," kata Chief Sustainability Officer PT Aruna Jaya Nuswantara, Utari Octavianty.
Selain memberdayakan ribuan nelayan, PT Aruna Jaya Nuswantara juga mempekerjakan para istri nelayan sebagai pengolah hasil tangkapan di desa mereka. Para istri nelayan diberdayakan untuk membantu mengupas, membersihkan dan menimbang hasil tangkapan, sehingga dapat memiliki pendapatan tambahan.
Utari melanjutkan, hal itu adalah wujud komitmen kami dalam peningkatan ekspor komoditas perikanan demi meningkatkan kesejahteraan nelayan.Aruna Jaya Nuswantara menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui inovasi teknologi dengan berfungsi sebagai one stop shop dan agregator supply chain end-to-end.
"Kami berharap semakin banyak pelaku ekspor muda dan start up tanah air yang menggarap pasar ekspor dengan produk Indonesia yang berkualitas, memadukan teknologi dan digitalisasi, dengan terus mengembangkan semangat keberlanjutan dan keberadilan, sehingga dampak ekonomi pun semakin merata," pungkas Didi.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar global periode Januari--September 2021 tercatat sebesar USD 2,48 miliar atau meningkat 4,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia antara lain Amerika Serikat pangsa 37,65 persen, Tiongkok (20,57 persen), Jepang (10,93 persen), dan Vietnam (3,73 persen) . (RO/OL-7)
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved