Jumat 05 November 2021, 07:40 WIB

Dolar AS Naik, Pound Sterling Turun

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Dolar AS Naik, Pound Sterling Turun

dok.ant
Ilustrasi

 

DOLAR AS menguat pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (5/11), karena investor mengatur ulang ekspektasi kebijakan moneter. Khususnya setelah Federal Reserve mengulangi bahwa pihaknya melihat inflasi tinggi sebagai sementara. Bank sentral Inggris (BoE) juga membuat pasar lengah dengan mempertahankan suku bunga stabil, mengirim sterling tergelincir.

BoE mengatakan sebagian besar anggota kebijakannya masih berpikir "ada nilai sedang menunggu" lebih banyak data di pasar tenaga kerja.

The Fed mengumumkan pada Rabu (3/11) pemotongan bulanan 15 miliar dolar AS menjadi 120 miliar dolar AS dalam pembelian aset bulanan, tetapi Ketua Jerome Powell mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menaikkan biaya pinjaman.

Juga pada Rabu (3/11), Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mendorong kembali sepekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga paling cepat Oktober mendatang dan mengatakan sangat tidak mungkin langkah seperti itu akan terjadi pada 2022.

"Pasar benar-benar harus mengatur ulang dirinya sendiri sejauh seberapa cepat beberapa bank sentral utama ini akan mengetatkan kebijakan," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.

Sementara The Fed mungkin masih tertinggal dari beberapa rekan-rekannya dalam menaikkan suku bunga, kebijakan akomodatifnya akan memacu pertumbuhan ekonomi dan melanjutkan tema luar biasa Amerika keluar dari pandemi, mendukung greenback, katanya.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya berayun kembali dari terendah 93,80 tak lama setelah pengumuman Fed pada Rabu (3/11) ke 94.327 pada Kamis (4/11) pukul 15.30 waktu setempat.

"Saya pikir kebanyakan orang akan mencari penurunan untuk membeli dolar," kata Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale.

Kurangnya penurunan suku bunga BoE mengirim sterling, yang awalnya memimpin kenaikan terhadap dolar setelah The Fed, jatuh. Sterling terakhir merosot 1,33 persen pada 1,3502 dolar AS, level terendah versus greenback sejak 1 Oktober, bahkan ketika bank sentral Inggris mempertahankan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.

"Keputusan suku bunga BoE jauh lebih berdampak di pasar valas daripada keputusan FOMC," kata Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management.

"The Fed memberi pasar banyak waktu untuk mendiskon tapering. Mereka sangat efektif dalam panduan ke depan mereka. Bank sentral Inggris, di sisi lain, telah hawkish dan fakta bahwa mereka tidak memberikan hawkishness hari ini bertentangan dengan harapan pasar," katanya.

Euro, dengan ECB terlihat jauh di belakang bank sentral utama lainnya dalam pengetatan, merosot serendah 1,1528 dolar AS, terlemah sejak 12 Oktober, ketika mata uang bersama mencapai level terlemah sejak akhir Juli 2020, di 1,1522 dolar AS. Euro terakhir turun 0,57 persen terhadap dolar di 1,1546 dolar AS.

Dolar Aussie kehilangan 0,62 persen menjadi 0,7402 dolar AS, tergelincir lebih jauh dari Selasa (2/11) ketika bank sentral Australia mengadopsi nada dovish pada pertemuan utamanya.

Di dunia mata uang kripto, bitcoin turun 2,69 persen pada 61.236,61 dolar AS, setelah sebagian besar diperdagangkan menyamping sejak mencapai tertinggi sepanjang masa di atas 67.000 dolar AS bulan lalu.

Ether, uang kripto terbesar kedua, turun 2,75 persen pada 4.480,34 dolar AS, setelah mencapai rekor tertinggi 4.670,81 dolar AS pada Rabu (3/11). (Ant/OL-13)

Baca Juga: Turun Dua Hari, Saham Inggris Berbalik Menguat

Baca Juga

Ist/Kemendes PDTT

Mendes PDTT: Kolaborasi Kunci Model Transmigrasi Transpolitan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:19 WIB
Kemendes PDTT meluncurkan model baru dalam pengembangan kawasan transmigrasi yang disebut model...
MI/Jamaah

Pedagang Pasar Sayangkan Keran Ekspor Minyak Goreng Dibuka saat Harga Belum Stabil

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:18 WIB
"Kami kecewa terhadap Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan karena tidak mampu melakukan realisasi...
Dok. Anwa residence Puri

Desain Rumah Tropis Masih Banyak Diminati Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:15 WIB
Desain arsitektur tropis Yarra Cluster dapat dilihat dengan bangunan yang menggunakan jendela ukuran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya