Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DOLAR AS menguat pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (5/11), karena investor mengatur ulang ekspektasi kebijakan moneter. Khususnya setelah Federal Reserve mengulangi bahwa pihaknya melihat inflasi tinggi sebagai sementara. Bank sentral Inggris (BoE) juga membuat pasar lengah dengan mempertahankan suku bunga stabil, mengirim sterling tergelincir.
BoE mengatakan sebagian besar anggota kebijakannya masih berpikir "ada nilai sedang menunggu" lebih banyak data di pasar tenaga kerja.
The Fed mengumumkan pada Rabu (3/11) pemotongan bulanan 15 miliar dolar AS menjadi 120 miliar dolar AS dalam pembelian aset bulanan, tetapi Ketua Jerome Powell mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menaikkan biaya pinjaman.
Juga pada Rabu (3/11), Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mendorong kembali sepekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga paling cepat Oktober mendatang dan mengatakan sangat tidak mungkin langkah seperti itu akan terjadi pada 2022.
"Pasar benar-benar harus mengatur ulang dirinya sendiri sejauh seberapa cepat beberapa bank sentral utama ini akan mengetatkan kebijakan," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.
Sementara The Fed mungkin masih tertinggal dari beberapa rekan-rekannya dalam menaikkan suku bunga, kebijakan akomodatifnya akan memacu pertumbuhan ekonomi dan melanjutkan tema luar biasa Amerika keluar dari pandemi, mendukung greenback, katanya.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya berayun kembali dari terendah 93,80 tak lama setelah pengumuman Fed pada Rabu (3/11) ke 94.327 pada Kamis (4/11) pukul 15.30 waktu setempat.
"Saya pikir kebanyakan orang akan mencari penurunan untuk membeli dolar," kata Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale.
Kurangnya penurunan suku bunga BoE mengirim sterling, yang awalnya memimpin kenaikan terhadap dolar setelah The Fed, jatuh. Sterling terakhir merosot 1,33 persen pada 1,3502 dolar AS, level terendah versus greenback sejak 1 Oktober, bahkan ketika bank sentral Inggris mempertahankan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.
"Keputusan suku bunga BoE jauh lebih berdampak di pasar valas daripada keputusan FOMC," kata Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management.
"The Fed memberi pasar banyak waktu untuk mendiskon tapering. Mereka sangat efektif dalam panduan ke depan mereka. Bank sentral Inggris, di sisi lain, telah hawkish dan fakta bahwa mereka tidak memberikan hawkishness hari ini bertentangan dengan harapan pasar," katanya.
Euro, dengan ECB terlihat jauh di belakang bank sentral utama lainnya dalam pengetatan, merosot serendah 1,1528 dolar AS, terlemah sejak 12 Oktober, ketika mata uang bersama mencapai level terlemah sejak akhir Juli 2020, di 1,1522 dolar AS. Euro terakhir turun 0,57 persen terhadap dolar di 1,1546 dolar AS.
Dolar Aussie kehilangan 0,62 persen menjadi 0,7402 dolar AS, tergelincir lebih jauh dari Selasa (2/11) ketika bank sentral Australia mengadopsi nada dovish pada pertemuan utamanya.
Di dunia mata uang kripto, bitcoin turun 2,69 persen pada 61.236,61 dolar AS, setelah sebagian besar diperdagangkan menyamping sejak mencapai tertinggi sepanjang masa di atas 67.000 dolar AS bulan lalu.
Ether, uang kripto terbesar kedua, turun 2,75 persen pada 4.480,34 dolar AS, setelah mencapai rekor tertinggi 4.670,81 dolar AS pada Rabu (3/11). (Ant/OL-13)
Baca Juga: Turun Dua Hari, Saham Inggris Berbalik Menguat
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Sejumlah Senator Republik berbalik melawan Trump, mengancam akan memblokir nominasi petinggi The Fed sebagai protes atas investigasi kriminal terhadap Jerome Powell.
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.780 per dolar AS. Pasar merespons ketidakpastian suku bunga The Fed dan invasi AS ke Venezuela.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, dibuka menguat sebesar 36 poin atau 0,21% ke level Rp16.784 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS.
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi seraya memastikan penguatan sektor riil
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved