Selasa 12 Oktober 2021, 20:00 WIB

Ngabalin Didapuk Jadi Komisaris Perusahaan Pengelola Terminal Petikemas

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ngabalin Didapuk Jadi Komisaris Perusahaan Pengelola Terminal Petikemas

Dok.MI
Tenaga Ahli Utama KSP (Kantor Staf Presiden) Ali Mochtar Ngabalin

 

TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin dan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari masuk dalam jajaran komisaris merger perusahaan BUMN pengelola pelabuhan di Indonesia atau Pelindo.

"Iya (komisaris) di Terminal Petikemas Indonesia lewat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," kata Ngabalin kepada Media Indonesia saat dikonfirmasi, Selasa (12/10).

Diketahui bahwa subholding Pelindo itu memiliki anak usaha yang membidangi urusan terminal peti kemas di seluruh Tanah Air, yakni PT Terminal Petikemas dan anak usaha lainnya bernama PT Pelindo Multi Terminal yang mengurusi terminal barang yang ada di luar peti kemas.

Ngabalin diangkat menjadi Komisari Independen PT Terminal Petikemas. Nama lainnya yang muncul dan menduduki jabatan Komisaris Utama/Independen di PT Terminal Petikemas Indonesia adalah Eks Ketua Badan Pengawas Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara.

Arman Depari sendiri ditunjuk sebagai Komisaris Utama/Independen PT Pelindo Multi Terminal. Memang, nama Ngabalin dan Arman bukan nama baru di Pelindo.

"Betul, kan beliau (Ngabalin dan Arman Depari) menjadi komisaris di Pelindo sebelum merger. Baik direksi maupun komisaris, hampir semua ditugaskan di organisasi baru (merger Pelindo)," kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, PT Pelabuhan Indonesia resmi digabungkan alias merger per Jumat 1 Oktober 2021. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan Pelindo I, III, dan IV ke dalam Pelindo II sudah diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Alhamdulillah, penggabungan empat BUMN pelabuhan, berintegrasi menjadi satu Pelindo sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, dan PP dari Presiden Joko Widodo juga sudah disahkan," kata Erick dalam keterangan resmi, Jumat (1/10).

Diketahui, total aset penggabungan Pelindo I, II, III, dan IV ini mencapai Rp 112 triliun dengan pendapatan Rp 28,6 triliun. Pelindo II pun menjadi perusahaan penerima penggabungan. Sedangkan tiga perusahaan lainnya akan bubar tanpa proses likuidasi. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Terima SMS Penawaran Pinjol, OJK: Sudah Pasti Ilegal!

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:42 WIB
jika ada tautan yang dikirimkan melalui SMS terkait pinjol, jangan asal diklik, lantaran rawan pencurian data dari calon peminjam oleh...
dok Yayasan Erick Tohir

Yayasan Erick Thohir Beri Dampak Perekonomian dengan Genjot Program Social Healing

👤RO/Micom 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:03 WIB
Program ini bentuk upaya memulihkan kondisi trauma sosial yang ada di masyarakat akibat...
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bahlil: Taiwan akan Investasi Kendaraan dan Skuter Listrik di Indonesia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:29 WIB
Bahlil Lahadalia menyatakan, produsen elektronik multinasional asal Taiwan, Foxconn, menaruh minat besar terhadap investasi industri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya