Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah pada perdagangan Senin (4/10) ditutup menguat 41 poin ke level 14.267. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup menguat 1,83% di level 6.342,69.
Pasar tampak optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021, yang diprediksi positif walaupun tidak sebesar kuartal II 2021 yang tumbuh 7,07%. Membaiknya data terlihat dari indikator aktivitas manufaktur Purchasing Managers Index (PMI), yang menunjukkan pemulihan kuat, yakni 52,2 pada September 2021.
Angka ini mengindikasikan bahwa aktivitas produksi manufaktur diyakini kembali ke zona ekspansi (di atas 50). Tepatnya, setelah dua bulan berada di level kontraksi, yakni Juli 40,1 dan Agustus 43,7.
Baca juga: Investasi pada ORI020 Lebih Untung Dibanding Deposito
"Perbaikan aktivitas sisi produksi terjadi sangat cepat. Ini sejalan dengan kemajuan pengendalian pandemi covid-19 yang juga berjalan cepat dan efektif," ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, Senin (4/10).
Apalagi, penambahan kasus harian covid-19 di Tanah Air menurun signifikan dalam dua bulan terakhir. Terkendalinya pandemi di Tanah Air juga seiring dengan perluasan vaksinasi yang sudah mencapai 142,19 juta.
"Kemajuan terus meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam beraktivita. Sejalan langkah pemerintah untuk melakukan pembukaan bertahap dengan menurunkan level PPKM Jawa-Bali," imbuh Ibrahim.
Baca juga: Merger Indosat-Tri Dinilai Untungkan Konsumen Telekomunikasi
Indikator sisi konsumsi juga menunjukkan tren meningkat pesat. Laju pemulihan aktivitas konsumsi tercermin dari inflasi September sebesar 1,60% (yoy), atau meningkat tipis dari angka Agustus 1,59% (yoy).
Diketahui, inflasi September dipengaruhi kenaikan inflasi administered price, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Terkendalinya pandemi juga tidak lepas dari dukungan seluruh pihak, baik dalam menjaga mobilitas, beradaptasi dengan kenormalan baru, hingga menyukseskan vaksinasi.
Pemerintah melalui APBN memegang peranan penting melalui program pengendalian pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hingga kini, ketidakpastian akibat pandemi masih tinggi. APBN harus bersiaga dan tetap memiliki fleksibilitas sebagai instrumen kebijakan.(OL-11)
IHSG hari ini, Rabu (18/2/2026), dibuka menguat 23,54 poin ke level 8.235,81 pasca-libur Imlek. Cek analisis dan sentimen pasar selengkapnya.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan tertahan di area resistance 8.300 pada perdagangan pasca libur Imlek.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
IHSG hari ini ditutup menguat signifikan ke level 8.290,96 didorong sektor energi. Simak analisis pasar, kurs Rupiah, dan proyeksi IHSG untuk esok hari.
Satgas Pangan Sidoarjo sidak Pasar Larangan jelang Ramadan 2026. Harga ayam potong tembus Rp42 ribu dan cabai rawit Rp90 ribu per kg. Cek tabel harganya di sini.
Pantauan harga pangan di Pasar Botania dan Tos 3000 Batam. Harga ayam Rp45.000, cabai rawit Rp85.000. Cek update harga sembako terbaru di sini.
Update harga pangan di Pasar Kadipaten Majalengka jelang Ramadan 2026. Cabai rawit, bawang, telur, dan daging sapi kompak naik. Cek tabel harganya.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
Harga cabai merah kriting saat ini juga mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per kg dan harga cabai merah besar mengalami kenaikan Rp50 ribu per kg.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved