Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset keuangan syariah per Juni 2021 mencapai Rp1.885 triliun. Aset itu terdiri dari perbankan syariah sebesar Rp631,5 triliun, industri keuangan non bank (IKNB) syariah Rp116 triliun dan pasar modal syariah Rp1.137 triliun.
"Kalau dibandingkan industri konvensional, market share (keuangan) syariah sudah mencapai 10%. Ini menunjukan potensi syariah ke depan cukup baik. Perlu didukung semua agar market share keuangan syariah meningkat," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat, Kamis (30/9).
Baca juga: Wapres Tekankan Pentingnya Penguatan Lembaga Keuangan Syariah
Lebih lanjut, Teguh mennyoroti tren pertumbuhan pada perbankan syariah, di mana DPK (dana pihak ketiga) perbankan syariah tumbuh 16,54% per Juni 2021. Hal ini juga didukung pertumbuhan aset perbankan syariah sebesar 15,8% dan pembiayaan sebesar 7,35%.
"Artinya, jika dibandingkan dengan (perbankan) konvensional, (perbankan) syariah ini terus tumbuh positif dari mulai pandemi (covid-19). Ini menunjukan dalam kondisi apapun, syariah masih tahan dan berkembang dengan baik," pungkasnya.
Pihaknya mengungkapkan bahwa market share perbankan syariah per Juni 2021 juga tumbuh 6,59%. Teguh pun berharap market share perbankan syariah bisa mencapai 10% pada tahun berikutnya.
Baca juga: 2030, Perdagangan Digital RI Diperkirakan Tembus US$160,8 Miliar
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia M. Anwar Bashori menuturkan industri keuangan syariah harus bisa beradaptasi dengan digitalisasi. Salah satu upaya menuju digitalisasi ialah dengan mengadaptasi QRIS.
"QRIS ini per 17 September 2021 sudah mencapai 10,45 juta merchant. Ini dilakukan di 34 provinsi atau 480 kabupaten/kota, dengan 96% merchant merupakan usaha mikro dan kecil," jelas Anwar.(OL-11)
Penyatuan dua figur dengan latar belakang yang saling mengisi dan menguatkan: investasi global dan ekonomi kerakyatan sejatinya adalah sebuah langkah cerdas
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji.
Dahnil memerinci aset yang kini dimiliki Indonesia di Tanah Suci. Aset tersebut meliputi bangunan yang sudah beroperasi sebagai hotel serta lahan strategis yang siap dikembangkan.
Total aset keuangan syariah diperkirakan naik dari Rp3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3.508 triliun pada 2026.
Halalicious Food Festival 2025 hadir di JIEXPO sebagai bagian dari ISEF 2025, menghadirkan lebih dari 40 tenant kuliner halal UMKM bersertifikat.
Pemerintah mendorong beberapa strategi agar ekosistem keuangan syariah dan industri halal terus berkembang antara lain memperluas KUR syariah dan optimalisasi bullion bank atau bank emas.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved