Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perikanan Nusantara melakukan ekspor perdana 132 ribu ton gurita ke pasar Amerika Serikat (AS). Ekspor gurita yang dikemas dalam enam kontainer berukuran 40 feet ini terdiri dari gurita steam (ready to eat) dan gurita whole frozen dengan nilai transaksi sebesar Rp12,9 miliar.
Acara pelepasan yang berlangsung di Kantor Perinus Cabang Makassar itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia Arief Prasetyo sebagai Induk Holding Klaster Pangan BUMN, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Sulkaf S Latif mewakili Plt Gubernur, Direktur PT. Berdikari United Livestok Imran Yasin Limpo, Kepala BKIPM Makassar Sitti Chadidjah, Aspotmar Danlantamal VI Kolonel Dominggus Sidang Misalayuk, dan beberapa pejabat dari PT Perikanan Nusantara.
Direktur Utama PT Perikanan Nusantara Sigit Muhartono mengatakan, potensi Gurita di Sulawesi Selatan sangat besar sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan yang banyak di ekspor dari Sulawesi Selatan.
“Pada tahun 2020 di ekspor sebanyak 158.050 Ton dengan nilai Rp5.47 triliun. Dengan potensi tersebut saya optimis PT. Perikanan Nusantara Cabang Makassar kedepan dapat tumbuh berkelanjutan, namun harus diiringi dengan semangat dan kerja cerdas serta terus berusaha membuka pasar baru baik domestik maupun internasional,” kata Sigit Muhartono
Selain ekspor ke AS, beberapa tahun terakhir PT Perinus cabang Makassar sudah secara rutin mengirim Gurita dengan tujuan Jepang setiap bulan.
Baca juga : Sandiaga Uno: Kualitas Naik, Pendapatan Naik, Indonesia Bangkit
Selain untuk ekspor, saat ini Gurita steam cutting (ready to eat) Cabang Makassar juga sudah dipasarkan secara retail di Jabodetabek dengan merek Tukato Seafood.
Pasar internasional untuk hasil perikanan PT Perinus terus berkembang. Pada Jumat (24/9) Direktur Utama Perinus Sigit Muhartono juga telah melepas ekspor perdana ikan Kaca Piring (Rajung) ke Tiongkok dari Perinus Cabang Tegal, Jawa Tengah sebanyak 12 Ton dengan nilai Rp.413 Juta. Ekspor ikan Kaca Piring ini akan berlangsung rutin setiap bulan.
Selanjutnya awal Oktober Perinus Cabang Surabaya juga akan melakukan ekspor perdana ikan Layur beku ke Tiongkok sebanyak 25 Ton dengan nilai transaksi kurang lebih Rp700 Juta. Kemudian Perinus Cabang Benoa juga tak ketinggalan akan melakukan ekspor perdana produk ikan Marlin ke Filipina. Ini melengkapi ekspor ikan Tuna produksi Cabang Bitung yang sebelumnya sudah secara rutin dikirim ke Jepang.
“Semakin bertambahnya negara tujuan dan jenis produk yang di ekspor PT. Perikanan Nusantara (Persero) serta didukung dengan sarana prasarana produksi berupa Air Blast Frezer (ABF ) kapasitas 119 Ton per hari dan Cold Storage kapasitas 3.837 Ton. kami akan selalu hadir ditengah-tengah nelayan sebagai offtake hasil tangkapanya sehingga nelayan memiliki kepastian pasar dan saya berharap peran Perinus sebagai BUMN perikanan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan, karena nelayan merupakan mitra strategis kami,” tambah Sigit.
Seperti diketahui, sejak 15 September 2021 PT Perikanan Nusantara (Perinus) dinyatakan bergabung (merger) dengan PT Perikanan Indonesia seusai ditandatanganinya Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penetrasi jaringan bisnis perikanan, serta mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas, dan mutu perikanan. (RO/OL-7)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Mendes PDT Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas keberangkatan kontainer ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret sektor swasta dalam membina desa.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved