Rabu 22 September 2021, 17:54 WIB

PLN Beri Diskon Tarif 30% untuk Pengguna Kendaraan Listrik

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
PLN Beri Diskon Tarif 30% untuk Pengguna Kendaraan Listrik

Antara
Pengunjung mengamati mobil listrik MG ZS EV yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di Jakarta.

 

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyambut baik hadirnya insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan listrik, yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021. 

Beleid yang diteken Presiden Joko Widodo bakal berlaku pada 16 Oktober 2021. Direktur Niaga dan Manajemen PLN Bob Saril menyebut pihaknya mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik. Itu dengan memberikan insentif bagi pemilik kendaraan listrik berupa diskon tarif 30% pada pemakaian malam hari.

"Mengapa malam hari? Karena pengalaman dari banyak negara, pemilik mobil listrik melakukan pengisian daya paling banyak di rumah saat malam hari. Kami memberikan stimulus kepada pelanggan berupa diskon tarif mulai pukul 22.00 hingga 05.00," ungkap Bob dalam keterangan resmi, Rabu (22/9).

Baca juga: Bahlil: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik tidak Pakai Konsultan Asing

Perlu dipahami bahwa pola pengisian energi kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan bermesin bakar. Menurut PLN, kendaraan listrik memiliki pola menyerupai pola pengisian daya gawai, yakni malam dicas untuk penggunaan di siang hari.

Dengan pola seperti itu, daya untuk mobil listrik sebagian besar diperoleh dari listrik rumah. Perseroan pun mendorong pelanggan untuk memanfaatkan diskon pemasangan dan pengisian menggunakan home charging. Melalui sistem tersebut, pelanggan bisa memantau pengisian daya secara realtime dari ponsel.

Lebih lanjut, Bob menjelaskan bahwa PLN memberikan insentif tambah daya. Pemilik kendaraan bisa mendapatkan harga spesial sebesar Rp150 ribu dengan tambah daya sampai 11.000 VA dan sebesar Rp450 ribu untuk tambah daya sampai 16.500 VA.

"Kemudahan ini tentu akan mendorong orang semakin banyak beralih ke kendaraan listrik. Sehingga ekosistemnya semakin berkembang," pungkasnya.

Baca juga: Investasi Toyota Motor untuk Baterai Mobil Listrik Capai Rp194 T

Di satu sisi, PLN sudah mempunyai 46 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 33 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Kehadiran SPKLU diyakini memudahkan pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya di tengah perjalanan jarak jauh.

Untuk mendorong penambahan SPKLU, PLN membuka peluang untuk keterlibatan swasta. Dalam waktu dekat, PLN akan meluncurkan situs khusus pendaftaran waralaba SPKLU. Tujuannya, mempermudah calon mitra yang ingin bergabung dalam bisnis tersebut.

PLN menargetkan pembangunan 67 unit SPKLU di Indonesia sampai akhir tahun ini. Sementara dalam Grand Strategi Energi Nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 572 SPKLU pada 2021 dan mencapai 31 ribu unit pada 2030.(OL-11)

 

Baca Juga

AFP/Shaun Curry

Shell Dukung Pemanfaatan Energi Bersih di Indonesia

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:00 WIB
Shell International diketahui berkomitmen mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net zero emission di...
MI/Cri Qanon Ria Dewi.

OJK Lampung Edukasi Literasi Keuangan di Lampung Tengah

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Selasa 28 Juni 2022, 21:51 WIB
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan...
MI/Cri Qanon Ria Dewi.

BI Lampung Terus Dorong Transaksi Nontunai

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Selasa 28 Juni 2022, 21:30 WIB
QRIS sebagai game changer digitalisasi sistem pambayaran terutama pada masa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya