Minggu 19 September 2021, 01:27 WIB

PT KMI Raih 2 Penghargaan di Ajang ISDA 2021

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
PT KMI Raih 2 Penghargaan di Ajang ISDA 2021

Dok. KMI
Penghargaan untuk Kaltim Methanol Industri di ajang ISDA 2021

 

PT Kaltim Methanol Industri (KMI) kembali meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 yang diadakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) di Hotel JS Luwansa yang berada kawasan HR. Rasuna Said Jakarta selatan pada Jumat (17/9) malam. 

Vice President Director PT KMI Akihiro Yoshimura mengatakan, pada ISDA yang ke-4, PT KMI yang memproduksi bahan bakar methanol dengan operasional perusahaan yang berada di Bontang Kalimantan timur memperoleh 2 jenis penghargaan dengan kategori yang berbeda. 

Dua kategori penghargaan yang didapat PT. KMI meliputi kategori SDG's 4.3 berupa pelatihan pemagangan bagi siswa/mahasiswa/masyarakat melalui program Gerakan Literasi Sekolah yang meraih predikat Gold. Penghargaan berikutnya pada kategori SDG's 8.3 berupa pemberdayaan usaha/lembaga ekonomi masyarakat lewat program Rumah Sayur Jahe Instan yang meraih predikat silver. 

Perusahaan tentu merasa senang dan bangga mengingat PT. KMI dapat sejajar dengan 80 perusahaan besar lainnya yang juga memperoleh penghargaan dengan 201 program yang tengah dijalaninya," kata Yoshimura. 

Ketua umum CFCD Thendri Supriatno mengatakan, khusus ISDA tahun ini ada beberapa perusahaan yang gugur dan mengundurkan diri sebelum mencapai babak final di ajang ISDA 2021 yang diikuti oleh 80 perusahaan dan 19 perorangan dengan 201 program yang tengah dijalankan. 

Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan ISDA 1, 2 dan 3, pelaksanaan ISDA yang ke-4 lanjut Thendri dari sisi jumlah peserta cenderung bertambah serta jenis atau ragam program juga semakin banyak. 

Baca juga : Geliatkan Pariwisata Banyuwangi, Bank Mandiri Salurkan CSR Pengelolaan Sampah

"Jika dulu yang dinilai lebih banyak pada parameter sosial, saat ini ranah lingkungan juga menjadi penilaian bagi CFCD. Hal ini penting dilakukan agar berbagai perusahaan besar di Indonesia semakin perhatian pada aspek lingkungan dan perubahan iklim", urai Thendri.

Pada ISDA yang ke-4, CFCD, lanjut Thendri, juga memodifikasi beberapa kategori, salah satunya dengan menambah kategori penilaian pada korporasi. 

"Selama ini kegiatan ISDA hanya fokus pada kontribusi korporasi pada external stakeholder. Nah khusus tahun ini, sebenarnya korporasi juga banyak berkontribusi pada internal yang berdampak pada SDG's atau pembangunan yang berkelanjutan. Atas dasar ini CFCD menambah 1 kategori internal berupa penghematan energi dan pengelolaan limbah yang dilakukan secara serius oleh sebuah korporasi" papar Thendri.

Digelarnya ISDA secara kontinu, tambah Thendri, sebenarnya menambah nilai positif bagi sebuah perusahaan untuk tetap mempertahankan citra atau branding yang baik dari tahun ke tahun di mata pemerintah maupun masyarakat luas. 

"Perusahaan-perusahaan seperti Kaltim Prima Coal (KPC), Kideco, Pertamina, PLN, Chandra Asih dari manufakturing serta beberapa perusahaan tambang yang sedang naik daun tentu memiliki program yang banyak untuk memperbaiki bidang sosial, lingkungan dan ekonomi", tutup Thendri Supriatno. (RO/OL-7) 

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Mentan SYL: Badan Karantina Harus Kawal Ekspor dan Lebih Kreatif

👤Palce Amalo 🕔Senin 18 Oktober 2021, 08:15 WIB
KERJA keras jajaran Barantan sudah terlihat dengan suksesnya Merdeka Ekspor yang diselenggarakan 15 Agustus...
DOK KEMENTAN

Bupati Wonosobo: Rencana Food Estate Membawa Harapan Memajukan Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:11 WIB
 Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan bahwa program food estate hadir memberikan harapan bagi masyarakat...
DOK KEMENTAN

Datang ke Kupang, Mentan SYL Panen Raya Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 20:20 WIB
Setelah panen ini petani diminta untuk segera menanam kembali agar lahan tidak terlalu lama...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya