Sabtu 11 September 2021, 18:20 WIB

Bantu Selamatkan UMKM, OJK dan Perbankan Diapresiasi

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
 Bantu Selamatkan UMKM, OJK dan Perbankan Diapresiasi

ANTARA
Menko Perekonomian Airlangga Hartato

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan dalam membantu menyelamatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan sektor informal di masa pandemi. Pasalnya UMKM merupakan pilar terpenting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

Jumlah UMKM yang mencapai 99,9% dari pelaku usaha juga telah berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari total tenaga kerja Indonesia. Secara keseluruhan, UMKM telah berkontribusi sebesar 61,07% terhadap PDB Indonesia atau senilai Rp8.573,89 triliun.

"Ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh OJK dan perbankan. Saya sangat mengapresiasi OJK dan perbankan atas dukungannya dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, terutama untuk UMKM dan sektor informal," ujarnya Airlangga dalam siaran pers, Sabtu (11/9).

Hingga akhir semester II 2021, program penempatan dana telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp406,64 triliun melalui bank himbara, bank syariah, dan BPD. Selain itu, total outstanding restrukturisasi kredit mencapai Rp777,31 triliun. Sesuai ketentuan yang tercantum pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015, porsi kredit UMKM telah disiapkan sebesar 20%.

"Akses pembiayaan yang masih terbatas ini perlu untuk segera diatasi sehingga dapat membantu UMKM dan sektor informal untuk bertahan selama pandemi. Oleh karena itu Pemerintah menargetkan kewajiban kredit UMKM di Perbankan minimal sebesar 30% dari total penyaluran kredit pada tahun 2024," kata Airlangga.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan tambahan kredit UMKM sebesar Rp980 triliun dengan posisi kredit UMKM tahun 2024 mencapai Rp2.000 triliun. Penyelamatan UMKM dan sektor informal akan memberikan dukungan besar terhadap pemulihan ekonomi. Dukungan tersebut akan membantu Indonesia untuk rebound, sehingga target pertumbuhan di kisaran 3,7%-4,5% dapat tercapai di tahun 2021.

Mengingat pentingnya akses pembiayaan bagi UMKM, Pemerintah telah memberikan relaksasi KUR berupa penundaan angsuran pokok, perpanjangan jangka waktu, dan penambahan limit plafon. Hingga awal Agustus 2021, penundaan angsuran pokok telah diberikan kepada 1,76 juta debitur dengan baki debet Rp70,53 triliun dan perpanjangan waktu telah diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp47,51 triliun.

Selain itu, penguatan basis pelaku usaha Mikro dan Kecil juga akan dilakukan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Airlangga berharap seluruh perbankan bisa terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga dalam mendukung penyelamatan UMKM dan sektor informal.

"Koordinasi dan sinergi yang baik akan meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM dan sektor informal sehingga dapat menjaga keberlangsungan usahanya dan menggerakkan roda perekonomian lebih cepat lagi," pungkas Airlangga. (OL-15)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Penyaluran KUR Tertinggi 2021, Menko Airlangga Berikan Penghargaan pada Mentan SYL

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 19:54 WIB
Tahun 2022 pemerintah telah menaikkan plafon KUR menjadi Rp373,17...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Pemerintah Optimalkan Upaya Penutupan Selisih Harga Minyak Goreng 

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 18 Januari 2022, 19:32 WIB
Menindaklanjuti kebijakan sebelumnya, Pemerintah memastikan kembali agar masyarakat dapat memperoleh harga minyak goreng kemasan dengan...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Ubah Pemberian Subsidi Listrik, Pelanggan Bakal Dapat Voucher

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 18 Januari 2022, 19:27 WIB
Voucher tersebut tidak bisa digunakan untuk kebutuhan lain selain pembayaran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya