Jumat 03 September 2021, 22:03 WIB

Raksasa Cip Tiongkok Guyur Rp127 Triliun di Pabrik Baru akibat Larangan AS

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Raksasa Cip Tiongkok Guyur Rp127 Triliun di Pabrik Baru akibat Larangan AS

AFP/-.
Seorang karyawan membuat chip di pabrik perusahaan semikonduktor Jiejie di Nantong, di provinsi Jiangsu, timur Tiongkok.

 

PRODUSEN cip terbesar Tiongkok akan menginvestasikan US$8,87 miliar (Rp127 triliun) di pabrik semikonduktor baru di Shanghai. Pasalnya, Beijing terkena daftar hitam AS sehingga kekurangan pasokan cip dari global.

Negara itu kehabisan mikrocip canggih menyusul larangan AS atas banyak penjualan ke negara itu dan setelah jalur produksi dilanda pandemi covid-19. Pemerintah AS memasukkan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) ke daftar hitam September lalu karena masalah keamanan dan menolak akses ke peralatan manufaktur canggih dari pemasok Amerika.

Pada Jumat (3/9), SMIC--yang telah membantah memiliki hubungan dengan militer Tiongkok--mengatakan akan menuangkan investasi ke pabrik chip baru di timur negara itu. "Pabrik baru di Shanghai akan memproduksi sekitar 100.000 keping sepanjang 12 inci per bulan," kata SMIC dalam pengajuan ke bursa saham Hong Kong.

Itu merupakan cip generasi lama secara global dalam persediaan singkat. Cip digunakan dalam segala hal mulai dari peralatan rumah tangga hingga mobil self-driving.

"Larangan ekspor teknologi AS telah memengaruhi rencana untuk mengembangkan cip yang lebih kecil dan lebih canggih," kata CEO grup itu Zhang Haijun kepada Global Times yang dikelola pemerintah bulan lalu. SMIC telah menerima miliaran dolar dukungan dari Beijing dan merupakan inti dari upayanya untuk meningkatkan swasembada teknologi negara itu.

Ada banyak janji investasi baru oleh pembuat cip setelah pusat teknologi utama Tiongkok mengumumkan konsesi termasuk keringanan pajak dan sewa rendah dalam beberapa bulan terakhir. SMIC mengumumkan rencana untuk membangun pabrik semikonduktor yang lebih kecil di Beijing dan Shenzhen awal tahun ini.

Baca juga: Pejabat Libanon Kunjungi Suriah Bahas Impor Gas

Pada April, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.--pembuat cip dengan kontrak terbesar di dunia--mengatakan akan menginvestasikan US$2,8 miliar untuk memperluas kapasitas produksinya di Nanjing. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AntaraMakna Zaezar

Menhub: Industri Penerbangan akan Pulih Maksimal 2023

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 17 Mei 2022, 23:53 WIB
Optimisme tersebut sedianya bertentangan dengan prediksi International Civil Aviation Organization yang menyebut sektor aviasi Indonesia...
Dok. API

IIGCE 2022 Akan Dorong Pemanfaatan Panas Bumi Sebagai Alternatif Energi Terbarukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 23:25 WIB
Salah satu energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan di Indonesia ialah panas bumi, baik sebagai base load sustainable yang bisa berproduksi...
Dok. kemenkominfo

Bahas Rancangan Paket Bali, Menkominfo Harapkan Jadi Tonggak Pemulihan Ekonomi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:58 WIB
Johnny berharap pembahasan Rancangan Deklarasi Menteri Digital atau Paket Bali menjadi salah satu tonggak dan hasil nyata dalam pemulihan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya