Selasa 31 Agustus 2021, 15:53 WIB

Anjlok, Pendapatan Garuda Semester 1 2021 Hanya Rp9,9 Triliun

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Anjlok, Pendapatan Garuda Semester 1 2021 Hanya Rp9,9 Triliun

Antara
Dua pesawat jenis boeing milik Garuda Indonesia melintas di landasan Bandara Soekarno-Hatta.

 

KEBIJAKAN PPKM di tengah lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air, berdampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pendapatan perseroan pada semester I 2021 hanya membukukan US$696,8 juta atau sekitar Rp9,9 triliun.

"Perseroan mencatatkan pendapatan usaha turun 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam siaran pers, Selasa (31/8).

Lebih lanjut, dia menjelaskan pendapatan usaha semester I 2021 dikontribusikan pendapatan penerbangan berjadwal sebesar US$556,5 juta, penerbangan tidak berjadwal US$41,6 juta dan pendapatan lainnya US$98,6 juta.

Baca juga: Garuda Uji Coba IATA Travel Pass Rute Jakarta-Tokyo

Untuk pendapatan usaha yang berasal dari penerbangan tidak berjadwal, mengalami kenaikan sebesar 93,2% dibandingkan periode sama pada 2020 lalu. Lalu, beban usaha pada semester I 2021, perseroan mengalami penurunan 15,9% dibandingkan periode sama tahun lalu, yakni dari US$1,6 miliar menjadi US$1,3 miliar.

Adapun penurunan pendapatan usaha tidak terlepas dari trafik penumpang yang menurun signifikan. Itu sebagai dampak kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat di tengah lonjakan kasus covid-19, khususnya dengan kemunculan varian Delta.

Baca juga: Dalam Sepekan Terakhir, Penumpang KA Melonjak Jadi 156 Ribu Orang

Di satu sisi, maskapai nasional juga mencatat tren kenaikan jumlah kargo di setiap penerbangan sepanjang semester I 2021. Secara grup, Garuda berhasil mencetak jumlah angkutan kargo sebesar 152 ribu ton atau tumbuh 37,56 % dibandingkan periode sama pada 2020, yakni 110 ribu ton.

Meski kinerja bisnis penerbangan nasional belum sepenuhnya pulih, Garuda melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan pendapatan usaha. Seperti, optimalisasi ancillary revenue di mana perseroan aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak eksternal.

Hal itu dalam rangka memaksimalkan potensi pendapatan di luar core business perseroan untuk pengangkutan penumpang. Baik melalui kemitraan bersama sektor retail, industrial, maupun kolaborasi strategis bersama ekosistem penunjang sektor logistik.(OL-11)

 

Baca Juga

FOTO/Metro TV

Kebersamaan Kunci Keberhasilan Penanganan Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 10:38 WIB
Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono mengatakan kebersamaan merupakan kunci keberhasilan dalam penanganan pandemi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Naik Dibayangi Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 10:34 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (30/11), berpeluang menguat dibayangi...
Ist/Kementan

Pertama di Serbia, ODICOFF Upaya Peningkatan Perdagangan Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 09:17 WIB
Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto menyatakan bahwa ODICOFF Serbia merupakan salah satu upaya peningkatan potensi ekspor komoditas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya