Senin 16 Agustus 2021, 11:07 WIB

Presiden Minta Pandemi Jangan Sampai Hambat Reformasi Struktural Ekonomi

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Presiden Minta Pandemi Jangan Sampai Hambat Reformasi Struktural Ekonomi

Biro Setpres
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo mengakui pandemi covid-19 telah menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Namun itu bukan alasan bagi pemerintah untuk menunda proses reformasi struktural perekonomian nasional.

Struktur ekonomi yang selama ini lebih dari 55% didorong oleh konsumsi rumah tangga harus terus dialihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor.

Kepala negara mengatakan fokus negara adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Oleh karena itu, implementasi dari Undang-Undang Cipta Kerja juga harus terus dipercepat.

"Minggu yang lalu pemerintah telah meluncurkan OSS, Online Single Submission, yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah. Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," ucap Jokowi dalam pidatonya di Sidang Tahunn MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (16/8).

Pada periode Januari sampai Juni 2021, Realisasi Investasi Indonesia, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, tercatat mencapai Rp442,8 triliun. Secara rinci, Jokowi menjabarkan investasi yang ditanam di Jawa sebesar 48,5% dan di luar Jawa 51,5%.

Investasi tersebut sudah menyerap lebih dari 620 ribu tenaga kerja lokal.

"Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan ini kita harapkan bisa memenuhi target Rp900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan," sambung presiden.

Baca juga:  Presiden Jokowi: Layanan Kesehatan Semakin Kuat Akibat Pandemi

Ia menekankan perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama.

Berbagai kemudahan pun sudah disiapkan untuk mengangkat kinerja UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar. Harapannya, mereka bisa cepat masuk ke rantai pasok global.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha ini juga dimaksudkan untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, khususnya ke arah Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru yang berkelanjutan. Perkembangan sektor pangan terus kita upayakan untuk membangun kemandirian pangan.

"Transformasi menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau, akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian kita," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Dok.Ist

Kelola Air Lingkungan, LPKR Tegaskan Komitmen Praktik Berkelanjutan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 07 Juli 2022, 14:16 WIB
LPKR membangun danau buatan yang berfungsi sebagai water reservoir (tandon air), tempat menampung air saat intensitas air...
Ist

Indonesia akan Jadi Kekuatan Ekonomi Terbesar Keempat Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 07 Juli 2022, 14:05 WIB
Chairman Hamershlag Private Mychal Jefferson mengatakan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia karena memiliki...
Dok. Setpres

Presiden: Semoga APBN Kuat Menopang Lonjakan Subsidi Energi

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 07 Juli 2022, 13:56 WIB
Kepala Negara memahami bahwa tidak ada yang ingin subsidi energi dicabut, khususnya Pertalite dan LPG 3 kg. Namun, masyarakat harus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya