Selasa 03 Agustus 2021, 23:01 WIB

Ingin Pertamina Masuk 50 Perusahaan Besar Dunia, Ini Saran Ahok

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ingin Pertamina Masuk 50 Perusahaan Besar Dunia, Ini Saran Ahok

Antara/Akbarr Nugroho Gumay
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

 

KOMISARIS Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok, mengaku mendukung target Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir soal Pertamina masuk daftar top 50 perusahaan terbesar dunia versi Fortune. 

Dalam rilis terbarunya, Fortune 500 baru menempatkan Pertamina di peringkat ke-287 dengan nilai pemasukan (revenue rating) sekitar US$49,469 miliar.

"Iya, harus ikutin arahan Menteri BUMN. Memang, dibanding Petronas dan perusahaan minyak lainnya masih tertinggal jauh. Pertamina harus kerja lebih keras lagi," ujar Ahok kepada Media Indonesia, Selasa (3/8).

Untuk mencapai target itu, Ahok pun berpendapat perlu ada pembenahan lagi dalam kinerja Pertamina. Seperti misalnya, best practice bisnis atau praktik terbaik yang perlu mengikuti standar dunia. Lalu, dari perekrutan sumber daya manusia (SDM) pertamina yang diminta terbuka prosesnya. 

"Soal SDM talent pool harus jelas prosesnya. Lalu, soal lapangan tanding juga diratakan dan eksekusi harus jelas. Best practice-nya harus ikuti kelas dunia. Reward dan punishment (penghargaan dan hukuman) harus jelas oleh manajemen," jelas Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga : Pertamina Tembus Fortune Top 500, Ini Kata Menteri BUMN

Dia pun menyebut, dalam metode pemberian reward dan punishment di jajaran Pertamina masih tidak optimal dijalankan. Menurutnya, hal ini penting guna memacu karyawan atau pejabat di perusahaan pelat merah itu bekerja secara transparan.

"Bisa nanya ke direksi. Zero accident tidak bisa ditoleransi. Intinya direksi (Pertamina) harus berhasil mendapatkan strategic partner yang mengusai teknologi, modal dan pasar," tandas Ahok.

Pernyataan terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir berpendapat bahwa pengakuan global terhadap eksistensi Pertamina menjadi bukti berjalannya pembenahan perusahaan pelat merah. Dia berharap performa bisnis Pertamina terus ditingkatkan, guna menjamin pelayanan kepada publik dari sisi energi. 

"Benchmark kita harus tinggi. Jadi tidak cukup sekadar top 500. Kita bisa lebih baik lagi. Mimpi kita Pertamina bisa menjadi 50 perusahaan terbesar dunia," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Kementerian BUMN Terus Negoisas Lessor Garudaikan

👤Ant 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:05 WIB
Menurut Arya, hanya dengan cara inilah yakni negosiasi dengan para pemilik piutang yang...
Antara

Erick Minta Garuda Fokus Rute Domestik

👤Ant 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:02 WIB
Diketahui penumpang tujuan domestik mendominasi sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp1.400...
DOK Sicepat.

Ekspansi Bisnis Kendaraan Listrik, Sicepat Tambah Kepemilikan Saham DMMX

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 21:56 WIB
Transaksi pembelian saham DMMX oleh Siepat berlangsung pada 21 Oktober 2021. Pembelian dilakukan pada harga Rp2.330 per...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya