Sabtu 24 Juli 2021, 19:00 WIB

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka Terkait Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka Terkait Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil pengusaha Jusuf Hamka untuk mengklarifikasi pernyatannya terkait perbankan syariah di media massa. Pemanggilan itu sesuai tugas OJK dalam melindungi komsumen sektor jasa keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pemanggilan Jusuf Hamka akan dilakukan dengan segera. Hal itu bertujuan agar permasalahan tidak berlarut-larut dan menimbulkan citra buruk terhadap perbankan dalam negeri, khususnya perbankan syariah.

"Kami akan memanggil yang bersangkutan untuk mengklarifikasi apakah benar pernyataannya seperti itu," kata Wimboh melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/7).

Wimboh juga meminta nasabah yang memiliki permasalah dengan perbankan, seperti yang dialami oleh Jusuf Hamka, bisa melakukan pengaduan ke OJK lewat bagian perlindungan konsumen.

"Jadi langkah-langkahnya seperti itu, bila merasa dizalimi atau ada sengketa dengan perbankan, bisa diselesaikan lewat OJK. Kami akan membantu mediasi. Kami sangat terbuka bila ada masalah-masalah," ujarnya.

Baca juga: Ekonom Bank Mandiri: BI Rate Diharapkan Tetap hingga Akhir Tahun

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mendorong agar OJK turun tangan menyelesaikan persoalan Jusuf Hamka dengan salah satu bank syariah. Hal itu ditujukan agar nama baik perbankan syariah Indonesia tak tercoreng dan tercemar.

"Kalau yang bersangkutan tidak mau melapor ke OJK maka saya meminta OJK untuk memanggil yang bersangkutan agar masalah ini diselesaikan dengan tegas dan tuntas agar nama baik dunia perbankan syariah di tanah air tidak tercoreng," ujar Anwar melalui keterangan tertulis.

Persoalan Jusuf Hamka mengemuka kala beredar kabar di media sosial terkait pernyataan dirinya pernah diperas oleh salah satu manajemen bank syariah. Anwar bilang, hal itu mestinya tak terjadi dan perlu ditindaklanjuti.

Apalagi, sambung Anwar, salah satu keunggulan bank syariah ialah penerapan prinsip nilai-nilai islam. Bila pernyataan Jusuf Hamka benar, maka perbuatan bank syariah itu amat disayangkan.

"Hal ini tentu jelas tidak baik karena akan membuat citra dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah akan rusak dan jatuh," kata Anwar.

"Apalagi beliau mengatakan bahwa beliau minta keringanan bunga kepada bank syariah tersebut tapi ditolak. Yang menjadi pertanyaan bagi saya bagaimana mungkin sebuah bankan syariah yang jelas-jelas mengharamkan bunga (interest), kok menerapkan dan mempergunakan suku bunga dalam transaksinya," sambungnya. (OL-4)

Baca Juga

AFP/Ahmad El Itani/Saudi Aramco.

Saudi Aramco Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:19 WIB
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mengatakan akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30%...
Antara/Prasetia Fauzani

KAI Catatkan Kenaikan Pendapatan Rp7,46 Triliun Pada Semester I 2021 

👤Depian Nurhidayat 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
"Perseroan terus berinovasi secara efektif dan efisien agar kinerja keuangan bisa lebih lincah dalam merespons dampak yang timbul...
Dok Kementerian BUMN

Erick Thohir Apresiasi BRI Dampingi UMKM Bertransformasi Digital

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:10 WIB
Transformasi digital pada industri keuangan yang diadaptasi BUMN harus juga menjangkau ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya