Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meyakini aksi korporasi right issue 28 miliar lembar saham dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) bisa terserap baik di pasar.
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan langkah tersebut didukung investment thesis dan value proposition yang berbeda dengan unicorn, seperti Bukalapak atau GoTo, yang siap melakukan penawaran umum perdana (IPO).
"Kami tetap yakin dengan investment thesis dan value propotition. Ini berbeda dari teman-teman unicorn. Sehingga, bisa mengeksekusi transaksi ini dengan baik dan right issue dapat terserap optimal," ujar Viviana dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7).
Baca juga: Agenda RUPSLB BRI tidak Bahas Pengunduran Diri Ari Kuncoro
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menjelaskan value propotition yang dibentuk perseroan dengan menawarkan sinergi pada pilihan produk keuangan. Tujuannya, memenuhi kebutuhan segmen ultra mikro.
Sementara itu, untuk investment thesis yang dilakukan BRI dengan menargetkan 45% komposisi mikro bisnis pada 2025. "Yang tidak kalah penting, kita harapkan dengan adanya ekosistem yang terintegrasi akan memudahkan segmen ultra mikro dapat naik kelas ke segmen mikro," jelas Budi.
Baca juga: Imbas PPKM, BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit Lebih Rendah
Direktur Utama BRI Sunarso menyebut segmen ultra mikro diidentifikasi sebagai sumber pertumbuhan baru. Ekosistem ini akan menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi engusaha segmen ultra mikro.
Sehingga, memungkinkan mekanisme naik kelas ke nasabah mikro lebih tertata dengan baik. Rencana ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam RPJMN 2020–2024, yaitu mendorong inklusi keuangan.(OL-11)
SOROTAN dunia startup di Indonesia lebih banyak tertuju kepada Unicorn yaitu perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari satu miliar dolar. Kini, muncul gelombang baru yakni Zebra.
DUA ekonom senior merespons isu merger Grab terhadap Goto.
Startup AI asal Prancis, Mistral AI berhasil mengumpulkan dana sebesar 385 juta euro dan menjadi pemimpin utama di Eropa.
Ke-12 startup Indonesia ini sudah menjadi unicorn. Apa saja? Simak yuks.
Dalam perjalanan membangun Aruna, Utari menekankan pentingnya bagi founders untuk melakukan riset pasar yang kuat dan menyeluruh
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari dikukuhkan sebagai pionir unicorn koperasi di Indonesia oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved