Senin 12 Juli 2021, 14:52 WIB

Menkeu: Utang Pemerintah Juga Bantu Sektor Perbankan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu: Utang Pemerintah Juga Bantu Sektor Perbankan

Antara
Menkeu Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyebut utang pemerintah sebenarnya membantu banyak sektor perekonomian di tengah pandemi covid-19. Sektor perbankan menjadi salah satu yang terbantu dari pembiayaan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

“Issuance SBN kita, sebetulnya pemerintah juga membantu berbagai sektor lain, terutama sektor keuangan. SBN kita ini dimiliki bank sebesar 25,28%,” ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam rapat kerja dengan Banggar DPR RI, Senin (12/7).

Baca juga: Menkeu: Pendapatan Negara Semester I 2021 Tumbuh 9,1%

Kepemilikan SBN oleh perbankan, lanjut dia, mengalami peningkatan dari posisi 2019 yang hanya 20,73%. Peningkatan kepemilikan SBN oleh perbankan merupakan langkah pengamanan. Sebab, permintaan dan penyaluran kredit mengalami penurunan. Pada saat yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat diikuti dengan bunga yang harus diberikan.

“Bank harus menempatkan dananya dan mereka membeli SBN. Kalau tidak, mereka menanggung DPK yang harus diberikan bunga. Namun tidak bisa menyalurkan kredit, karena permintaan kredit menurun,” jelas Bendahara Negara.

“Karena ekonomi menurun, bahkan kredit yang ada pun mereka mengalami kesulitan pembayaran cicilan. Jadi, secara tidak langsung, sebetulnya instrumen surat utang kita memberikan sebuah daya tahan bagi sektor perbankan,” imbuhnya.

Baca juga: Indeks Manufaktur RI Periode Juni Alami Penurunan

Ani menambahkan bahwa pada 2021 pembiayaan utang pemerintah diperkirakan mencapai Rp464 triliun. Itu berasal dari pinjaman neto sebesar Rp20,9 triliun, serta penerbitan SBN maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp443 triliun.

Komposisi kepemilikan SBN maupun SBSN, yakni perbankan 25,28%, Bank Indonesia 23%, investor asing 22%, asuransi dan dana pensiun 14,25% dan lainnya sebesar 14,6%. “Rekomposisi dari SBN menggambarkan bagaimana sebetulnya SBN itu menjadi instrumen penting untuk sektor perbankan. Bagaimana BI membantu pemerintah dalam menangani covid-19,” pungkasnya.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara/Hafidz Mubarak A

Bertambah Lagi, CGV Buka 48 Bioskop di Tanah Air

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 24 September 2021, 16:00 WIB
pengelola jaringan bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) telah membuka kembali 48 bioskop di Tanah...
Kemendag

Paviliun Indonesia Hadirkan Inovasi dan Warisan Nusantara di Expo 2020 Dubai

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 24 September 2021, 15:05 WIB
INDONESIA bersiap mengikuti perhelatan Expo 2020 Dubai yang akan berlangsung pada 1 Oktober 2021 - 31 Maret 2022 di Dubai,...
Ilustrasi

Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Turun di Kuartal II-2021

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 24 September 2021, 14:24 WIB
"Perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) yang lebih besar dari kenaikan posisi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya