Rabu 30 Juni 2021, 14:42 WIB

Aprindo Sebut Pengetatan Operasional Bikin Ritel Terpuruk

 Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Aprindo Sebut Pengetatan Operasional Bikin Ritel Terpuruk

Medcom/Ilham Wibowo
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey.

 

ASOSIASI Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo menyatakan pembatasan operasional pada ritel modern dan mal akan membuat sektor tersebut semakin terpuruk.

Pemerintah pusat sendiri akan memberlakukan pengetatan terkait lonjakan kasus Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Rencananya, akan berlangsung pada Sabtu, (3/7).

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan, pembatasan jam operasional selain akan berpotensi membuat menyusutnya kunjungan masyarakat, juga diyakini dapat membuat barang dagangan para UMKM yang menaruhkan harapan penjualan produk menjadi tidak laku

"Lalu, melambatnya produktivitas sektor manufaktur makanan minuman serta berpotensi penutupan gerai ritel yang tak terhindarkan yang bermuara pada tergerusnya konsumsi rumah tangga. Ini mengakibatkan semakin terpuruk," kata Roy dalam keterangannya, Rabu (30/6).

Roy mengklaim, selama ini ritel maupun mal menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang memadai dan dianggap bukan penyumbang klaster covid-19. Sehingga, menurutnya pengetatan itu tidak seharusnya diberlakukan di mal atau toko ritel lainnya.

"Prokes yang dikelola profesional oleh korporasi, hingga sekarang bukan klaster pandemi. Kami tetap bertahan melayani kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat, meningkatkan penerimaan PPN atas produk-produk yang dijual, menjaga keseimbangan Inflasi harga produk selama 15 bulan terakhir ini," sebutnya.

Dia menekankan, masyarakat tetap akan memenuhi kebutuhan pokok dan sehari-harinya yang tidak mungkin ditunda. Sehingga, pembatasan operasional sektor ritel modern dan mal sebagai sektor esensial dianggap tidak efektif dan relevan.

"Kami tidak mengingikan pengorbanan yang telah kami lakukan sebagai 'pejuang ekonomi' tergerus karena pandemi dan kandas kembali akibat kebijakan yang diputuskan dengan tidak efektif," tandas Roy. (Ins/OL-09)

Baca Juga

Antara

Menhub Dorong Perusahaan Produksi Kendaraan Berbasis Motor Listrik

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:24 WIB
Kemenhub juga mendorong penyedia jasa kendaraan untuk publik menggunakan kendaraan...
DOK Pribadi.

2022 Diyakini sebagai Tahun Kebangkitan Properti

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:16 WIB
Pasalnya, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Apalagi pembangunan infrastruktur tetap berjalan seperti kereta cepat, MRT,...
Antara/Dhemas Reviyanto

Aliran Keluar Modal Asing dari Indonesia DIprediksi Hanya Berlangsung Singkat 

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 23 Januari 2022, 21:30 WIB
Lebih lanjut, Josua menjelaskan, aliran modal asing yang keluar secara khusus berlangsung di pasar SBN, mengingat di pasar saham masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya