Jumat 25 Juni 2021, 09:30 WIB

 145 Pekerja Migran Indonesia Didepotasi dari Malaysia

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
 145 Pekerja Migran Indonesia Didepotasi dari Malaysia

MI/ANDRI WIDIYANTO
Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) meninggalkan ruangan usai menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (16/6).

 

PEMERINTAH memfasilitasi pemulangan 145 pekerja migran Indonesia mermasalah (PMIB) yang dideportasi dari Malaysia.

Sebanyak 145 PMIB tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Kamis petang (24/6/2021), untuk selanjutnya menjalani karantina selama lima hari di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebelum dipulangkan ke daerah asal.

"Pemulangan PMIB/WNI hari ini merupakan gelombang pertama yang masuk kategori rentan sejumlah 145 orang," ujar Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Suhartono dalam keterangannya, Jumat (25/6).

Suhartono menyatakan, proses pemulangan pekerja migran ini telah sesuai dan mengikuti protokol kesehatan. Seluruh PMIB/WNI telah menjalani tes PCR dan akan menjalani masa karantina selama 5 hari sebelum dipulangkan ke daerah asal.

"Untuk biaya pemulangan dari Malaysia ke Indonesia ditanggung atau difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri dengan menggunakan anggaran pelindungan WNI," kata Suhartono.

Suhartono menjelaskan dari 145 PMIB itu, sebanyak 24 orang berasal dari Nusa Tenggara Barat, disusul Sumatera Utara (29), Jawa Timur (21), Kepulauan Riau (11), Jawa Barat (10), Nusa Tenggara Timur dan Riau (5), Aceh (4), dan Lampung (3).

PMI lainnya berasal dari  Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Jambi, masing-masing sebanyak 2 orang. Sedangkan 1 orang PMI masing-masing berasal dari Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

"Selanjutnya untuk proses pemulangan PMI sampai ke daerah asal akan dilakukan oleh BP2MI dan Kemsos,"  katanya

Suhartono, mengatakan atas dasar pertimbangan kemanusiaan, 145 WNI/PMI tersebut diprioritaskan kepulangannya karena merupakan kelompok rentan. Mereka terdiri dari laki-laki, perempuan, anak, lansia, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit.

"Dari 145 PMI deportan itu sebanyak 92 orang laki-laki dan 53 perempuan, termasuk 6 orang balita dan lansia 1 orang," tuturnya.

Suhartono menambahkan pihaknya belum mengetahui secara detail jumlah total keseluruhan PMIB/WNI rentan yang akan dipulangkan, karena pendataan masih terus dilakukan oleh Perwakilan RI di Malaysia, baik KBRI Kuala Lumpur maupun KJRI di Penang, Johor Bahru, Kuching, Kota Kinabalu, dan Tawau. (Iam/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Irwansyah Putra

Pemerintah Dorong Modernisasi Koperasi

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 28 Juli 2021, 09:01 WIB
Pemerintah fokus dalam modernisasi koperasi dengan tata kelola yang baik atau Good Cooperative Governance (GCG) dalam upaya meningkatkan...
MI/Palce

Kinerja kembali On Track, Pembiayaan BTPN Syariah Tembus Rp10 Triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Juli 2021, 08:35 WIB
Bank juga akan terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi agar nasabah di segmen ini lebih efektif dalam...
Setneg

Airlangga: Pemulihan Ekonomi Berkontribusi Positif pada Kinerja Emiten

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 27 Juli 2021, 23:47 WIB
Perbaikan kinerja emiten, sebut Airlangga, tak lepas dari intervensi pemerintah melalui program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya