Sabtu 19 Juni 2021, 13:30 WIB

UMKM Dapat Manfaatkan QRIS sebagai Solusi Pembayaran Digital

Mediaindonesia.com | Ekonomi
UMKM Dapat Manfaatkan QRIS sebagai Solusi Pembayaran Digital

Antara/Kornelis Kaha.
Seorang pedagang sayur-sayuran menunjukkan kode barcode aplikasi QRIS yang sudah dimilikinya di pasar Oebobo di Kota Kupang, NTT.

 

PARA pelaku UMKM, terutama yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi  Alumni (PBA), didorong untuk menerapkan  pembayaran digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). Keuntungannya yaitu pembayaran dilakukan sangat praktis dan efisien serta higienis

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PBA Ary Zulfikar dalam sambutannya sebagai keynote speaker  pada webinar QRIS : Pembayaran Praktis dan Higienis, Jumat (18/6). Webinar tersebut merupakan kerja sama antara Bank Indonesia dan PBA. Ary menyampaikan transformasi digital mengubah cara orang melakukan pembayaran. Hal tersebut seiring dengan laju perkembangan teknologi di bidang perbankan, dari pembayaran fisik, ATM, mesin EDC hingga saat ini pembayaran digital melalui QR Code. Selain itu transaksi pembayaran juga sangat aman dan bisa dilakukan dimanapun dan kapan saja, tidak tergantung jarak dan waktu.

Kecenderungan pembayaran digital juga membuat para customer lebih royal untuk membeli produk, karena mereka tidak bawa tunai yang sering terbatas jumlahnya. "Sekarang  memang semakin meluas pembayaran digital. Uang tunai sudah mulai berkurang penggunaannya," tambah Ary yang juga menjadi Direktur Eksekutif Hukum LPS dalam keterangan resmi, Sabtu (19/6). Dalam konteks menyambut era digital gerakan kewirausahaan PBA juga ikut mengembangkan kafe dengan platform pembayaran online, yakni dua gerai kafe di Kadin Bandung dan Mall PTC, dengan  menerapkan QRIS untuk memudahkan warga dalam berbelanja. Dengan pembayaran digital QRIS, Ary berharap bisa semakin mendorong produktivitas pelaku bisnis UMKM.

Ricky Satria sebagai Koordinator Kelompok Pengembangan Inovasi Teknologi Sistem Pembayaran Bank Indonesia menyampaikan bahwa QRIS dikembangkan sejak 2019, setelah melakukan kajian sepanjang 2018. Tujuannya membantu keuangan inklusif dan menjangkau pelaku usaha UMKM sejalan dengan perkembangan teknologi. Kebijakan itu disusun bersama dengan ASPI (Asosiasi  Sistem Pembayaran Indonesia), baik bank maupun nonbank dari seluruh Indonesia.
"Setelah melakukan serangkaian uji coba pada 17 Agustus 2019, QRIS resmi diluncurkan sebagai alat pembayaran digital yang bisa digunakan oleh masyarakat  Indonesia," jelas Ricky.

Pada Maret 2020, Indonesia terkena pandemi. QRIS yang diluncurkan BI menjadi keberkahan tersendiri karena sejalan dengan seruan dari WHO terkait dengan transaksi aman menggunakan contact less, mobile payment. Soalnya, virus yang menempel pada uang tunai bisa bertahan cukup lama termasuk kartu debit dan kartu kredit. "Pandemi menjadi pemicu bagi orang untuk melakukan transformasi termasuk dalam pembayaran digital yang aman dan menghindarkan diri dari kemungkinan kontak fisik. Mereka melakukan moving digital payment, padahal kita belum melakukan campaign secara massif," tuturnya.

QRIS memang didesain untuk pembayaran digital di sektor retail, bisa digunakan oleh para pelaku bisnis UMKM dan pembelian pulsa, pembayaran listrik, dan telepon. Para pelaku UMKM umumnya pembayarannya berbasis tunai. Dari kajian  transaksi, lanjut Ricky, menggunakan tunai lebih banyak dampak negatif dan kurang membantu mendorong peningkatan kualitas hidup dan kualitas enterpreuner. Contohnya, cenderung tercampurnya antara uang pribadi dan usaha dan tidak mencatat transaksi pembayaran. Akibatnya, ketika mengajukan modal usaha ke perbankan, mereka tidak memenuhi syarat. "Selain itu tendensi menerima uang palsu tinggi dan uang hilang juga tinggi," ujarnya. Ujungnya karena sulit mendapatkan pinjaman perbankan, mereka mendapatkan pinjaman dari rentenir yang bunganya sangat tinggi.

"QRIS bisa menjadi solusi dan tools bagi UMKM untuk memperbaiki transaksinya dan membuka gerbang untuk masuk digital ekonomi,” jelas Satria. Ini sekaligus mengakselerasi perkembangan ekonomi dan meningkatkan kualitas para pelaku bisnis UMKM. Metode pembayaran QRIS bisa digunakan untuk berbagai platform market, baik yang masih menggunakan platform medsos maupun grup WA. "Kami menargertkan pada 2021 sekitar 12 juta merchant sudah menggunakan QRIS," pungkas Satria.

Vice President Bank BRI bidang Payment Retail Muhammad  Yusuf menyampaikan saat ini BRI menjadi salah satu bank pengelenggara layanan QRIS. Dengan jumlah kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, BRI membuka bagi para pelaku bisnis UMKM untuk menjadi merchant QRIS. "Sangat mudah untuk mendaftar menjadi merchant QRIS, cukup membawa KTP dan NPWP saja bagi perseorangan," jelasnya.

Menurutnya, kehadiran QRIS sangat membantu transaksi, karena dulu biasanya di meja toko tersusun berbagai macam QR. "Dengan kebijakan  Bank Indonesia mengggunakan standar pembayaran digital QRIS menjadi lebih simpel. Meja tidak sumpek lagi cukup dengan satu QRIS semua bisa terlayani," tuturnya.

Kehadiran QRIS membuka peluang yang besar bagi para pedagang dan pelaku bisnis UMKM, karena tren  menyimpan uang di dompet digital atau e-wallet juga semakin meluas. Fintech yang menyediakan e-wallet memancing para user untuk menyimpan dananya ke e-wallet. Tren pembayaran melalui e-wallet menjadi metode pembayaran yang paling disukai. "Nah ini tentu saja sudah menyebar ke seluruh Indonesia," ujar Muhammad Yusuf.

 

Belum lagi kalau melihat saldo yang ada di e-wallet, berdasarkan data di berbagai platform, ada Rp103 triliun per bulan. Di sinilah peluang dan potensi yang sangat besar bagi para pedagang untuk mengambil manfaat dari dana yang tersedia di dalam e-wallet. "Kalau tidak memiliki QRIS mungkin pengguna e-wallet enggan berbelanja di toko kita. Kalau sudah ada QRIS, kita bisa menangkap mereka untuk bertransaksi, memindahkan saldo e-wallet ke saldo kita," pungkas Muhammad Yusuf. (OL-14)

Baca Juga

CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

BUMN Sakit Karena Tidak Bisa Bersaing dan Rentan Politisasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 19:35 WIB
Dia menilai BUMN yang sakit rata-rata penyebabnya karena tidak bisa bersaing dengan non...
DOK KEMENTAN

Grobogan Inovasi Lumbung Pangan Reborn

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 19:21 WIB
pada tahap awal  lumbung pangan reborn dipilih 10 lumbung pangan masyarakat sebagai percontohan dari 116 lumbung yang...
Antara

Mengapa Layanan Pinjol Ilegal Merajalela? Ini Penyebabnya

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 18:05 WIB
Jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat akan gampang terjerat aplikasi pinjol...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya