Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menegaskan komitmennya terhadap praktik penyaluran dana yang bertanggung jawab. Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dan pemanfaatan inovasi teknologi, platform peer to peer (P2P) lending daring itu menekankan pentingnya keseimbangan antara perluasan akses keuangan dan pengelolaan risiko secara menyeluruh.
Hal tersebut sebagai bagian kepatuhan terhadap regulasi terbaru, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2024
"Kami percaya dengan penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten dan ditunjang teknologi canggih, menjadi landasan kami dalam menjaga kualitas pendanaan yang optimal," ujar Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy dalam keterangan resminya, Selasa (22/4).
Sebagai platform yang berizin dan bertanggung jawab, Karissa memastikan pihaknya memperluas akses keuangan dengan perlindungan terhadap konsumen dan keberlangsungan ekosistem.
Sementara, Head of Government Relations AdaKami, Adelheid Helena Bokau, mengatakan pihaknya terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang aman, transparan, dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.
Namun, katanya, inklusi keuangan yang sehat tidak cukup hanya dengan memperluas akses. Yang lebih penting ialah memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pemanfaatan teknologi dalam memproses pinjaman, platform pinjaman daring itu mengaku berupaya menjaga keseimbangan antara perluasan akses dan mitigasi risiko.
"Hal ini agar pengguna tetap terlindungi dan ekosistem fintech lending tumbuh secara berkelanjutan," ucapnya.
Dia menambahkan teknologi menjadi tulang punggung dalam pendekatan ini. Dengan memanfaatkan mobile platform, integrasi e-KYC, dan analisis berbasis big data, AdaKami memastikan proses pengajuan pinjaman berlangsung cepat namun tetap akurat. Sistem ini secara otomatis menilai riwayat kredit dan kapasitas finansial calon pengguna untuk menentukan kelayakan pinjaman secara adil dan bertanggung jawab.
Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, memaparkan dengan teknologi yang digunakan pihaknya untuk memverifikasi identitas dan menganalisis kelayakan kredit, dapat menilai calon nasabah secara lebih menyeluruh bukan hanya dari sisi data.
"Tetapi juga konteks kondisi keuangan mereka. Hal ini memungkinkan kami menentukan batas pinjaman yang sesuai guna meminimalkan potensi gagal bayar," terangnya.
Dengan menerapkan proses verifikasi internal berbasis teknologi yang ketat, AdaKami berupaya memastikan seluruh informasi yang diajukan oleh pengguna adalah benar dan bukan hasil modifikasi. Hal ini termasuk untuk memastikan terpenuhinya syarat usia minimum 18 tahun bagi peminjam, keaslian identitas yang diberikan, hingga mengantisipasi adanya modifikasi berbasis kecerdasan buatan atau AI yang kerap dilakukan fraudster atau kecurangan untuk mengelabui institusi atau lembaga penyedia pendanaan. (E-4)
Kerugian global akibat kejahatan siber akan menembus US$10,5 triliun pada 2025, menjadikannya salah satu ancaman ekonomi terbesar dunia.
DI tengah era digitalisasi yang terus bergerak cepat, perubahan teknologi memengaruhi setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam industri pembiayaan.
Kedua sistem ini, QRIS dan Project Nexus, sejatinya bersifat komplementer, bukan saling menggantikan.
Metode pembayaran paylater kini menjadi pilihan favorit bagi banyak orang yang membutuhkan fleksibilitas dalam berbelanja. Sistem ini memungkinkan kamu untuk memenuhi berbagai kebutuhan
WSBP melaksanakan pembayaran kepada para kreditur melalui melalui Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) tahap 5 pada Selasa, 25 Maret 2025.
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved