Jumat 18 Juni 2021, 19:59 WIB

Desak PSBB Total, Ekonom: Jika Tak Terkendali Resesi Mengintai

Mediaindonesia | Ekonomi
Desak PSBB Total, Ekonom: Jika Tak Terkendali Resesi Mengintai

MI/Susanto
Ekonom yang juga Co-Founder Narasi Institute Fadhil Hasan

 

PEMERINTAH diimbau segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total atau menyeluruh, dan juga mempercepat vaksinasi untuk menghentikan lonjakan penularan COVID-19.

Ekonom yang juga Co-Founder Narasi Institute Fadhil Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, hari ini, mengkhawatirkan lonjakan kasus COVID-19 varian delta dan potensi meningkatnya angka kematian akan mengancam pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. Lonjakan kasus COVID-19 juga akan membuat ekonomi domestik kembali ke zona resesi.

“Varian Delta ini seperti kotak pandora, bila kita menyikapinya biasa-biasa saja dan akhirnya terbuka, ancaman resesi dapat terjadi di sepanjang 2021” ujarnya.

Fadhil menyarankan pemerintah perlu segera menerapkan kembali PSBB di wilayah zona merah sebelum fasilitas kesehatan ambruk dan penularan COVID-19 semakin tidak terkendali.

Baca juga: Jakarta Catatkan Rekor Kasus Harian Covid-19, Tambah 4.737 Kasus Baru

“Selain menerapkan PSBB di zona merah, pemerintah perlu mempercepat vaksinasi di daerah zona merah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut COVID-19”, ujarnya.

Fadhil meminta kebijakan pemerintah untuk 3T (testing, tracing, treatment) harus digalakkan secara serius dengan ancaman sanksi tegas.

“Pemberlakuan PSBB di daerah zona merah perlu dilaksanakan dengan menutup untuk sementara berbagai kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan masa (pernikahan), kegiatan ibadah, tempat hiburan dan pariwisata, mall, dan lain-lain,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta memitigasi potensi ekonomi kembali tumbuh negatif pada beberapa kuartal mendatang, terutama dampak berkurangnya lapangan ketenagakerjaan, meningkatnya pengangguran dan kemiskinan.

“Program bantuan sosial perlu dipercepat dan diperluas disertai efektivitas yang lebih baik. Besar kemungkinan besarnya aggaran bantuan sosial dan kesehatan perlu direvisi lagi dengan mempertimbangkan perkembangan kasus lonjakan baru COVID-19,” ujarnya.

Pemerintah juga disarankan untuk meninjau kembali anggaran prioritas terutama untuk berbagai program infrastruktur yang lebih berdampak jangka menengah dan panjang. (Ant/OL-4)

Baca Juga

Ist/PT KAI

Cara KAI Bertahan dan Berkontribusi di Masa Pandemi 

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 18:54 WIB
PT KAI tidak melakukan sama sekali pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada semua pegawai dan membayarkan gaji sesuai dengan hak kepada...
Foto: Diskominfo Garut

Kabupaten Garut Mampu Suplai Produksi Jagung 500 Ribu Ton Setahun

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 17:01 WIB
Endang Junaidi dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut menjelaskan bahwa wilayahnya setiap tahun dapat menyuplai produksi jagung ke Jawa barat...
ANTARA FOTO/Agvi Firdaus

Pulau Jawa Panen Raya Jagung, Pakan Ternak Melimpah Ruah

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 16:51 WIB
Panen raya ini merupakan rangkaian produksi petani yang telah melakukan cocok tanam selama kurang lebih 4 bulan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya