Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tetap optimis pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2021 akan berada di kisaran 7,1% hingga 8,3%. Meski dalam beberapa hari terakhir penyebaran covid-19 meningkat, proyeksi pertumbuhan itu dinilai rasional.
Demikian dikatakan Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir saat dihubungi, Jumat (18/6). "Pemerintah memperkirakan pertumbuhan triwulan II 2021 sebesar 7,1 sd 8,3%. Itu sangat rasional akan tercapai," tuturnya.
Iskandar mengatakan, optimisme pertumbuhan itu dilandasi oleh data perekonomian triwulan I 2021 yang telah membaik dibaning triwulan sebelumnya. Tercatat ekonomi Indonesia merangkak naik menjadi -0,74% di tiga bulan pertama 2021.
Angka pertumbuhan ekonomi itu menggambarkan posisi Produk Domestik Bruto (PDB) harga konstan di angka Rp2.683 triliun. Nilai harga konstan itu berada di atas harga konstan triwulan II 2020 yang sebesar Rp2.589 triliun.
Dus, kata Iskandar, jumlah PDB konstan triwulan II 2021 akan jauh lebih tinggi dan tercermin pada angka pertumbuhan ekonomi. Apalagi, berbagai indikator perekonomian telah menunjukkan perbaikan dan masuk di jalur pemulihan.
"Penjualan mobil naik 228% (year on year/yoy), indeks penjualan riil mencapai 17%, uang beredar sudah kembali ke pola normalnya. Kita tahu pertumbuhan triwulan II rata-rata 4,2% di atas triwulan I," jelas Iskandar.
Baca juga: Pergerakan IHSG Masih akan Tertekan Lonjakan Kasus Covid-19
Selain itu, perbaikan indikator perekonomian turut didukung oleh implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diklaim telah berjalan efektif. Dengan penghitungan basis rendah secara tahunan, kata Iskandar, pertumbuhan ekonomi di atas 7% pada triwulan II bukan hal yang mustahil.
"Dengan data yang sudah mendekati pola normal, maka pertumbuhan triwulan II akan berada diatas 7%, seharusnya tidak sulit dicapai," ujarnya.
Sementara itu, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, peningkatan penyebaran covid-19 berdampak signifikan pada upaya pemulihan ekonomi. Bila penanganan pandemi lemah, ekonomi yang masuk jalur pemulihan terancam terhambat.
"Kalau kita perhatikan, hanya diperlukan 5 hari kenaikan kasus untuk mengembalikan kondisi Indonesia ke periode awal Januari 2021, artinya kenaikan kasus ini menghilangkan tren penurunan kasus covid-19 yang sudah terjadi 2 sampai 3 bulan," imbuh Yusuf.
"Jadi saya kira dampaknya berada pada level waspada, jika tidak diantisipasi dari sekarang, hal ini berpotensi berdampak pada setidaknya pertumbuhan triwulan III nantinya," sambungnya.
Yusuf bilang, gangguan dari penyebaran covid diperkirakan juga akan mempengaruhi realisasi pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2021. Setidaknya angka pertumbuhan akan sedikit meleset dari yang diperkirakan pemerintah.
"Kami di CORE Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II tidak akan setinggi seperti yang diproyeksikan oleh pemerintah, meskipun sudah jauh lebih baik dibandingkan triwulan I dan juga tahun lalu," pungkasnya. (OL-4)
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved