Rabu 16 Juni 2021, 15:15 WIB

GAPPMI Tidak Temukan Adanya Keluhan Soal Gula dari Anggotanya

Mediaindonesia.com | Ekonomi
GAPPMI Tidak Temukan Adanya Keluhan Soal Gula dari Anggotanya

Antara/Sigid Kurniawan
Pengunjung melihat dodol yang dijual di toko.

 

GABUNGAN  Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menyangkal terjadi gejolak harga gula di Jatim yang terjadi beberapa bulan lalu. 

Ketua Komite Pembinaan dan Pengembangan UMKM GAPMMI Irwan S. Widjaja memastikan tidak ada laporan kenaikan harga gula dari anggota GAPMMI Jawa Timur, termasuk pengusaha UMKM.

Irwan menjelaskan bahwa keanggotaan GAPMMI bukan hanya pengusaha menengah dan besar saja. Adapun sekitar  10-15% dari sekitar 400an anggota GAPMMI adalah UMKM. 

“Saya diminta membantu pemerintah untuk melakukan pelatihan, pembinaan dan pengembangan ribuan UMKM. Mulai dari manajerial perusahaan, pengajuan kredit perbankan dan lain-lain,” ujarnya. 

Menurut Irwan, jika terjadi kelangkaan pasokan atau kenaikan harga, pasti pengusaha mamin di daerah akan lapor, dan GAPMMI segera melakukan kordinasi dengan kementerian terkait. 

“Saya heran, kenapa ributnya hanya di Jatim? Jika betul terjadi krisis, dipastikan terjadi secara nasional,” jelasnya.

Menurut Irwan, pertanyaan itu wajar dilontarkan karena tidak mungkin kenaikan harga dilokalisir di Jatim saja, sementara industri mamin terbesar justru berada di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah Jawa Timur dan Yogyakarta yang merupakan perusahaan skala kecil menengah dan besar.

Terkait isu gula ini GAPMMI mengaku sangat berhati-hati supaya tidak tergelincir pada kepentingan satu kelompok tertentu saja. Menurut Irwan, GAPMMI lebih mementingkan komunikasi melalui saluran resmi dengan stakeholders, termasuk dengan pemerintah.

Meskipun 70% anggota GAPMMI adalah pengusaha menengah dan besar, namun perhatian GAPMMI terhadap UMKM sangat besar. Peranan kelompok ekonomi “grass root” ini tidak bisa dipandang enteng. Menurut data yang dirilis pemerintah, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 63 juta. 

“Jika UMKM terganggu, maka daya beli masyarakat pun menurun. Dampaknya akan terasa hingga ke ke perusahaan menengah dan besar,” jelas Irwan. (RO/E-1)

Baca Juga

AFP/Ahmad El Itani/Saudi Aramco.

Saudi Aramco Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:19 WIB
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mengatakan akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30%...
Antara/Prasetia Fauzani

KAI Catatkan Kenaikan Pendapatan Rp7,46 Triliun Pada Semester I 2021 

👤Depian Nurhidayat 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
"Perseroan terus berinovasi secara efektif dan efisien agar kinerja keuangan bisa lebih lincah dalam merespons dampak yang timbul...
Dok Kementerian BUMN

Erick Thohir Apresiasi BRI Dampingi UMKM Bertransformasi Digital

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:10 WIB
Transformasi digital pada industri keuangan yang diadaptasi BUMN harus juga menjangkau ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya