Kamis 10 Juni 2021, 19:03 WIB

Ramai Isu PPN Sembako, Menkeu: Kami Jaga Psikologis Masyarakat

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Ramai Isu PPN Sembako, Menkeu: Kami Jaga Psikologis Masyarakat

Antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani angkat bicara ihwal isu pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap bahan kebutuhan pokok atau sembako. Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan keterangan sampai revisi Undang-Undang (UU) tentang Perubahan Kelima Atas UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

“Komisi XI memahami kita belum membahas RUU KUP, yang sampai saat ini belum dibacakan. Dari sisi etika politik, kami belum bisa menjelaskan sebelum ini dibahas. Karena ini dokumen publik yang kami sampaikan kepada DPR melalui surat Presiden,” jelas Ani, sapaan akrabnya, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (10/6).

Dari sisi etika politik, lanjut dia, pemerintah tidak berada dalam posisi untuk menjelaskan secara menyeluruh terkait revisi UU KUP. Dalam draf revisi UU KUP, salah satu poin yang dimasukkan pemerintah ialah pengenaan PPN terhadap kebutuhan pokok.

Baca juga: Sembako Bakal Kena PPN, CIPS: Ancam Ketahanan Pangan

Berdasarkan draf revisi UU KUP yang beredar, pada pasal 4A pemerintah menjadikan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai barang kena pajak. Merujuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 99/PMK.010/2020, barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran dan ubi-ubian.

“Situasinya menjadi agak kikuk, karena ternyata kemudian dokumennya keluar. Memang sudah dikirimkan kepada DPR juga. Sehingga, kami tidak dalam posisi bisa menjelaskan keseluruhan arsitektur dari perpajakan kita, yang keluar sepotong-sepotong dan kemudian di-blow-up seolah-olah menjadi, yang tidak atau bahkan tidak memerhatikan situasi sekarang ini,” pungkasnya.

“(Padahal) Kita betul-betul menggunakan instrumen APBN. Memang tujuan kita seperti konstruksi pemulihan ekonomi dari sisi demand side, dari sisi supply side,” sambung Bendahara Negara.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menekankan saat ini fokus pemerintah pada pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi covid-19. Apabila ada perubahan kebijakan, akan diupayakan tetap proporsional. Ani turut menegaskan bahwa tidak mungkin kebijakan keluar tanpa persetujuan DPR.

Baca juga: Lima BUMN Ini Punya Kontribusi Tinggi pada APBN

“Tidak mungkin pemerintah melakukan policy perpajakan tanpa dilakukan dengan DPR. Itu jawaban paling mantap saat ini. Jangankan PPN, wong cukai kita aja harus minta dan diskusi lama sekali," terang Ani.

Dia memandang banyak pihak yang sengaja memelintir isu perpajakan. Hal itu amat disayangkan olehnya. Ani pun mengajak Komisi XI selaku mitra kerja Kementerian Keuangan untuk menjaga isu yang berkembang di masyarakat, agar tidak memperparah kondisi pandemi. Menurutnya, psikologis masyarakat saat ini perlu dijaga.

“Saya sangat ingin bisa membahas detil, proporsional, sehingga kita bisa mengawal psikologi masyarakat. Ini yang ingin kita jelaskan pada saat membahas RUU KUP dengan Komisi XI. Tentu kami sangat bergantung dengan pimpinan DPR pada saat paripurna dan disampaikan ke Komisi XI untuk dibahas bersama,” urainya.(OL-11)
 

 

 

Baca Juga

Antara

KKP Klaim Telah Selamatkan 3,3 Juta Benur Senilai Rp138,4 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 25 Juni 2021, 03:00 WIB
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan sejak 27 November 2020 sampai dengan 12 Juni 2021 telah menyelematkan 3,3 juta lebih benih bening...
MI/Sumaryanto Bronto

Industri Halal Berpeluang Picu Pemulihan Ekonomi Nasional

👤Ghani NUrcahyadi 🕔Jumat 25 Juni 2021, 00:36 WIB
Deputi Direktur Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah Bank Indonesia Diana Yumanita mengemukakan, saat ini posisi Indonesia sudah masuk...
Antara

Pembangunan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo Dimulai Tahun Ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 Juni 2021, 23:17 WIB
Pembangunan Pelabuhan Anggrek akan dilakukan dua tahap dengan nilai investasi sekitar Rp1,4...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Talenta Muda Curi Perhatian

PIALA Eropa 2020 dipastikan telah menjadi ajang kemunculan pemain-pemain muda yang punya kemampuan mengejutkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya