Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pasokan Tersendat, Harga Cabai di Klaten Tembus Rp80 Ribu Jelang Nataru

Djoko Sardjono
17/12/2025 12:18
Pasokan Tersendat, Harga Cabai di Klaten Tembus Rp80 Ribu Jelang Nataru
Pasar Gedhe Klaten(MI/Djoko Sardjono)

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga berbagai komoditas bahan pokok, terutama cabai, mengalami kenaikan signifikan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah. Selain faktor momentum hari besar, lonjakan harga ini dipicu oleh tersendatnya pasokan akibat cuaca ekstrem di musim hujan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (17/12), harga cabai rawit merah kini menembus Rp80.000 per kg. Kenaikan serupa terjadi pada cabai keriting yang mencapai Rp75.000 per kg, cabai besar Rp70.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp60.000 per kg.

"Harga hampir semua komoditas pangan naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru," ujar Triyanti, salah satu pedagang sembako di Pasar Gedhe Klaten kepada Media Indonesia.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah kini dibanderol Rp55.000 per kg dan bawang putih Rp40.000 per kg.

Slamet, pedagang lainnya, menyebutkan bahwa kenaikan harga menjelang Nataru merupakan pola tahunan. Saat ini, harga telur ayam broiler merangkak naik ke angka Rp29.000 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, sementara daging sapi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Klaten bertahan di angka Rp125.000 per kg.

Di sektor pangan pokok, harga beras di Klaten terpantau masih bertahan tinggi. Beras jenis medium dijual pada kisaran Rp14.000 hingga Rp14.500 per kg, sedangkan beras premium mencapai Rp16.000 hingga Rp16.500 per kg.

Sunarti, seorang pedagang beras, menjelaskan bahwa tingginya harga di tingkat pedagang disebabkan oleh mahalnya harga beli di penggilingan padi.

“Untuk beras medium, pembelian dari penggilingan sudah Rp13.700 hingga Rp13.800 per kg. Kami hanya mengambil untung sedikit, itu pun belum termasuk biaya plastik dan angkutan,” pungkasnya. (JS/P-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik