Rabu 09 Juni 2021, 17:48 WIB

Sembako Bakal Kena PPN, CIPS: Ancam Ketahanan Pangan

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Sembako Bakal Kena PPN, CIPS: Ancam Ketahanan Pangan

Antara
Aktivitas jual beli di Pasar Induk Rau, Serang, Banten.

 

PEMERINTAH berencana memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok atau sembako, termasuk komoditas beras.

Rencana ini merupakan sebuah langkah yang tidak hanya akan meningkatkan harga pangan dan mengancam ketahanan pangan, namun juga berdampak buruk pada perekonomian nasional.

"Pengenaan PPN pada sembako mengancam ketahanan pangan, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah. Lebih dari sepertiga masyarakat Indonesia tidak mampu membeli makanan yang bernutrisi, karena harga pangan yang mahal,” ujar Kepala Peneliti CIPS Felippa Ann Amanta dalam keterangan resmi, Rabu (9/6).

Baca juga: Bahan Kebutuhan Pokok Dikenakan PPN, IKAPPI Nilai Keterlaluan

Diketahui, pemberlakuan PPN akan diatur dalam revisi UU Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Revisi tersebut mencakup penghapusan sembako, seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah, sayuran dan gula konsumsi. Selama ini, semua barang tersebut merupakan kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN.

"Menambah PPN akan menaikkan harga dan memperparah situasi. Apalagi di tengah pandemi covid-19, ketika pendapatan masyarakat berkurang,” imbuh Felippa.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pangan berkontribusi besar pada pengeluaran rumah tangga. Bagi masyarakat berpendapatan rendah, belanja kebutuhan pangan bisa mencapai 56% dari pengeluaran rumah tangga.

Baca juga: Harga Jual Sembako Lebih Mahal, Mensos akan Hapus E-Warong

Pengenaan PPN pada sembako tentu akan memberatkan golongan tersebut. Apalagi, PPN yang ditarik atas transaksi jual-beli barang dan jasa yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP), pada akhirnya dibebankan pengusaha kepada konsumen.

Ketahanan pangan Indonesia berada di peringkat 65 dari 113 negara, berdasarkan Economist Intelligence Unit's Global Food Security Index. Salah satu faktor di balik rendahnya peringkat ketahanan pangan Indonesia, yaitu masalah keterjangkauan. Adapun penurunan keterjangkauan pangan akan mendorong masyarakat berpenghasilan rendah ke bawah garis kemiskinan.(OL-11)

 

Baca Juga

Dok Xendit

3 Tips bagi UMKM untuk Maksimalkan Tools dan Program Gratis

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 23:53 WIB
Simak di sini beberapa tips bagi para UMKM untuk memanfaatkan tools dan program bebas biaya demi kemajuan...
Dok. Cloudkitchen

Cloudkitchen.id Bantu Pengusaha Kuliner Luaskan Pasar di Masa Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 16 Juni 2021, 23:17 WIB
Dengan sistem yang dibuat Cloud Kitchen, para pebisnis kuliner dapat tetap mempertahankan bisnisnya dengan menekan besaran biaya...
Antara

Hingga Mei, Arus Peti Kemas JICT Capai 807 Ribu TEUs

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 16 Juni 2021, 23:13 WIB
Tahun ini ditargetkan melayani arus peti kemas 2,1 juta TEUs atau naik 16% dibandingkan tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghitung Ancaman Megathrust Pesisir Selatan Jatim

Analisis mengenai potensi gempa dan tsunami harus dijadikan pengingat untuk memperkuat mitigasi kegempaan dan tsunami di wilayah Jawa Timur.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya