Rabu 09 Juni 2021, 09:24 WIB

Pelabuhan Patimban Mulai Dibanjiri Aktivitas Bongkar Muat

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pelabuhan Patimban Mulai Dibanjiri Aktivitas Bongkar Muat

ANTARA FOTO/Humas Kemenhub
Pekerja melakukan bongkar muat sejumlah kendaraan bermotor ke dalam kapal MV Ostina di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

 

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan, setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir 2020, aktivitas di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, langsung dimulai. Pelabuhan itu dilaporkan sudah mulai ramai dengan aktivitas bongkar muat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban Hery Purwanto mengungkapkan, hingga saat ini, Pelabuhan Patimban telah 59 kali melayani angkutan kendaraan.

Diawali dengan penumpang naik hanya satu orang dengan muatan 129 kendaraan di Januari dan penumpang turun dari pelabuhan sebanyak 36 orang dan bongkar kendaraan sebanyak 29 unit.

“Manifest yang tercatat sebagai penumpang ini adalah driver dan kondektur kendaraan. Jadi setiap bulannya sudah mulai ramai angkutan bongkar muat kendaraan ini," ujar Hery dalam keterangannya, Rabu (9/6).

Dia menjelaskan, tercatat 76 orang penumpang naik dengan muatan 212 kendaraan di Februari dan 167 orang penumpang turun dari pelabuhan dan bongkar kendaraan sebanyak 102 unit.

Selanjutnya, penumpang bertambah menjadi 203 orang dengan muatan kendaraan sebanyak 419 unit dan penumpang turun dari pelabuhan sebanyak 208 orang dengan bongkar kendaraan sebanyak 166 unit pada Maret.

Pada April penumpang naik 190 orang dengan muatan kendaraan sebanyak 353 unit dan penumpang turun sebanyak 201 orang dengan bongkar kendaraan sebanyak 131 unit.

Di Mei tercatat, penumpang naik tercatat sebanyak 202 orang dengan muatan kendaraan sebanyak 350 unit dan penumpang turun sebanyak 172 orang dengan bongkar kendaraan sebanyak 111 unit

Hery menerangkan Pelabuhan Patimban saat ini melayani angkutan LDF (Long Distance Ferry) kapal roll on-roll off atau RORO yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Adapun rute tujuan penyeberangan saat ini adalah Pelabuhan Panjang di Lampung dan Pontianak.

“Saat ini memang ada dua rute dan tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah,” ujar Hery dalam keterangannya, Rabu (9/6).

Menurutnya, dengan adanya Pelabuhan Patimban, kini warga Subang dari wilayah Pantura, Jawa Barat dan sekitarnya bisa mengirim barang atau kendaraannya menuju Lampung atau Pontianak dengan waktu yang lebih efisien.

“Kalau dulu kan jauh harus ke Tanjung Priok dulu. Sekarang jadi dekat karena sudah ada Pelabuhan Patimban,” ucap Hery.

Dia mengungkapkan, pengguna layanan terbanyak saat ini adalah pengiriman barang dan logistik dari Jepara dan daerah sekitarnya. Adapun rute Lampung dilayani sebanyak 2 kali seminggu dan tujuan Pontianak 2 minggu sekali.

“Mereka kirim barang pake truk, truknya naik kapal di Patimban,” ungkapnya.

Kemudian, Hery mengungkapkan, kapal yang tiba pada Senin (7/6) dari Pelabuhan Panjang ke Patimban, melakukan bongkar muatan 35 Kendaraan dan 51 orang dengan rincian Truk Gol II A 1 unit, Truk Gol IV A 1 unit, Truk Gol IV B 1 unit, Truk Gol V B 4 unit dan Truk Gok VI B 28 Unit.

“Malam ini kapal Ferrindo 5 berangkat menuju Pontianak membawa 38 unit kendaraan dan Penumpang (driver dan kondektur ) sebanyak 58 orang,” tandasnya. (Ins/OL-09)

Baca Juga

KKP

KKP Jajaki Kapal Listrik untuk Perikanan Tangkap dari Denmark

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 20:19 WIB
Ia menjelaskan, transportasi laut merupakan salah satu konsumen terbesar bahan bakar...
DOK Sinar Mas Land.

Hunian Compact Yuthica di BSD City Habis Terjual Sehari

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 20:19 WIB
Penghuni klaster juga dimudahkan untuk berkendara melalui akses Tol...
dok.pri

Sambut Pembukaan Mal, Dunia Usaha Gelar Promo

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 20:09 WIB
Arbaworld selaku pemegang lisensi Disney Tsum Tsum, Paw Patrol & PJ Masks memberikan diskon hingga 70% untuk mainan dan peralatan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya