Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMULIHAN ekonomi AS yang lebih cepat disertai kenaikan kasus covid-19 di negara berkembang, ternyata meningkatkan kekhawatiran investor.
Kondisi ini juga yang mendorong pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan Jumat (21/5) lalu, IHSG ditutup pada level 5.773,12 atau minus 0,42%. IHSG terpantau di bawah level psikologis 5.800 sejak pertengahan pekan.
"Risiko investor lebih kepada pemulihan ekonomi dari pertumbuhan di negara-negara maju, terutama Amerika Serikat (AS), lebih cepat dibandingkan emerging market, termasuk Indonesia," jelas Head of Equity Research Bank Mandiri Adrian Joezer beberapa waktu lalu.
Baca juga: Hingga Akhir Tahun, Rupiah Diprediksi Rp14.200 per US$
Ekonomi negara maju, seperti AS, yang tumbuh lebih cepat dikhawatirkan memicu kenaikan inflasi dan diikuti kebijakan moneter. Sehingga, aliran dana dari Negara berkembang berpotensi kembali ke AS.
IHSG terakhir kali bergerak di zona hijau level 6.000 pada 20 April 2021. Investor awalnya cukup optimistis terhadap upaya penanganan covid-19, yang disertai kehadiran vaksinasi. Kondisi itu tercermin pada positifnya indeks saham sejak November 2020.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan komitmen pembelian vaksin cukup banyak. Hanya saja, pesanan sempat tertahan karena banyak negara produsen menahan distribusi vaksin covid-19.
Baca juga: Belanja Lebaran Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
Saat ini, ada kekhawatiran baru mengenai lonjakan kasus covid-19 setelah mudik Lebaran. Meskipun pemerintah telah menerapkan larangan mudik pada tahun ini.
"Ini menjadi titik risiko yang diantisipasi investor," imbuh Adrian.
Meski indeks sedang tertekan karena beberapa sentimen, Mandiri Sekuritas optimistis IHSG akan berada di level 6.850 pada akhir 2021. Mereka berharap kinerja perusahaan tercatat akan membaik pada keseluruhan 2021 dibandingkan 2020 lalu.(OL-11)

INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Diskoneksi antara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.
Ini rahasia pensiun Warren Buffett: investasi jangka panjang, hidup sederhana, dan strategi keuangan aman di usia tua.
Saham RAJA dan RATU sama-sama milik Happy Hapsoro, tapi punya bisnis dan risiko berbeda. Simak perbedaan RAJA vs RATU sebelum investasi.
Aplikasi ini diunduh oleh dua juta investor di sepanjang tahun ini, naik 37% dibandingkan tahun 2024
Dalam dunia investasi saham, strategi bisa berubah, tren bisa datang dan pergi. Namun, ada satu pendekatan yang tetap relevan lintas generasi, cara berinvestasi ala Warren Buffett.
Para pelaku penipuan biasanya menjerat calon korban dengan menawarkan kesempatan cuan cepat, undangan ke grup eksklusif, hingga jasa pendampingan trading.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved