Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat pada level Rp14.100-14.200 hingga akhir tahun. Saat ini, rupiah berada di level Rp14.407 per dolar AS.
Analis Fixed Income PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono menyebut ada dua faktor yang menyebabkan penguatan rupiah. Pertama, penurunan bunga imbal hasil obligasi AS atau yield US Treasury.
“Tentu ekspektasi yield industri masih bisa pembalikan arah ke level yang lebih rendah, dibanding kondisi sekarang,” ujar Dhian dalam seminar virtual, Kamis (6/5).
Baca juga: Ekonomi RI Kuartal II 2021 Diprediksi Tumbuh Lebih Tinggi
Lebih lanjut, dia menyoroti faktor lain yang mendorong penguatan rupiah ialah kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed. Sebab, hal itu membuat kekhawatiran pasar lebih rendah.
“Sehingga, kekhawatiran (kebijakan) The Fed itu lebih rendah. Lalu meminati instrumen market, terutama rupiah itu bisa terjadi di akhir tahun,” imbuhnya.
“Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran Rp14.100-14.200 sampai akhir tahun,” tutup Dhian.(OL-11)

Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved