Jumat 21 Mei 2021, 08:16 WIB

Wall Street Tertolong Naiknya Saham Teknologi

mediaindonesia.com | Ekonomi
Wall Street Tertolong Naiknya Saham Teknologi

Antara
Ilustrasi Wall Street

 

INDEKS-indeks utama Wall Street rebound pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB, 21/5/2021), setelah penurunan tiga hari, didukung oleh reli saham-saham teknologi ketika klaim pengangguran mingguan terendah sejak dimulainya resesi yang didorong pandemi mengangkat sentimen investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 188,11 poin atau 0,55 persen, menjadi menetap di 34.084,15 poin. Indeks S&P 500 bertambah 43,44 poin atau 1,06 persen, menjadi ditutup pada 4.159,12 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 236,00 poin atau 1,77 persen menjadi berakhir di 13.535,74 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan jasa komunikasi masing-masing terangkat 1,87 persen dan 1,67 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor energi kehilangan 0,12 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.

Saham-saham raksasa teknologi AS, yang disebut grup FAANG terdiri dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi.

Bitcoin menarik kembali beberapa kerugian untuk diperdagangkan mendekati 40.000 dolar AS sehari setelah aksi jual yang brutal, membantu memperbarui selera terhadap risiko. Operator bursa kripto Coinbase Global terangkat 3,83 persen, sementara penambang kripto Riot Blockchain dan Marathon Digital Holdings masing-masing naik 0,17 persen dan 0,83 persen.

“Ada risiko besar, risiko regulasi, terhadap kripto yang tidak sepenuhnya tidak disadari,” kata Jay Hatfield, pendiri dan kepala eksekutif Infrastructure Capital Management di New York. “Bank sentral memonopoli mata uang. Jadi kami hanya berpikir bahwa agak mengejutkan mereka tidak memberlakukan monopoli itu."

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun menjadi 444.000 pada pekan yang berakhir 15 Mei, merosot untuk ketiga kalinya berturut-turut, menunjukkan pertumbuhan pekerjaan meningkat bulan ini, meskipun perusahaan-perusahaan masih membutuhkan pekerja.

Indeks-indeks utama Wall Street jatuh pada Rabu (19/5), memperpanjang kerugian sejak, setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve bulan lalu mengindikasikan beberapa pembuat kebijakan berpikir akan tepat untuk membahas pelonggaran dukungan era krisis, seperti pengurangan pembelian obligasi, dalam pertemuan mendatang jika momentum penguatan ekonomi berlanjut.

"Saat ini hanya ada satu pendorong pasar, dan itu adalah The Fed dan waktu potensial tapering dan pelonggaran kuantitatif," tambah Hatfield.

Tanda-tanda kenaikan inflasi telah meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve akan segera memperketat kebijakannya, memukul saham-saham pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga, yang membuat Nasdaq yang padat teknologi berada di jalur untuk penurunan mingguan kelima berturut-turut.

Pengecer berada di titik lemah. Ralph Lauren Corp anjlok 7,01 persen setelah memperkirakan penjualan setahun penuh di bawah perkiraan analis, menjadikannya penurunan persentase terbesar pada S&P 500

Kohl's Corp terjun 10,17 persen setelah memperingatkan terpukulnya margin laba setahun penuh dari biaya tenaga kerja dan pengiriman yang lebih tinggi, serta menjual lebih sedikit produk dengan harga penuh. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Kasus Baru Covid-19 di Tiongkok Bertambah

Baca Juga

Ist/DPR

Jadi Anggota Dewan Pertimbangan Kadin, Ini Harapan Rapsel Ali

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 08:57 WIB
Kepengurusan Kadin Indonesia  saat ini akan menjadi salah satu yang sangat menentukan dalam langkah Indonesia menuju Indonesia...
Antara

Harga Emas Naik Tajam 14,4 dolar, Imbas Melemahnya Dolar AS

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 06:31 WIB
HARGA emas naik relatif tajam pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (21/10), karena melemahnya dola AS dan kekawatiran...
Dok. kemendag

Tiga UKM Binaan ECP Kemendag Kembali Tembus Pasar Ekspor 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 00:08 WIB
PT Agro Global Sentosa dari Makassar melakukan ekspor cengkeh lalpari ke pasar Singapura dengan nilai transaksi USD 90...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya